Mahasiswa adalah sebutan bagi orang yang menempuh pendidikan tinggi disebuah sekolah tinggi akademi, dan yang paling umum adalah universitas. Mahasiswa merupakan suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh statusnya karena ikatan dengan perguruan tinggi
.
Mahasiswa juga merupakan calon intelektual atau cendekiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat yang sering kali syarat dengan berbagai predikat. Selama menempuh pendidikannya, mahasiswa memegang hierarki pendidikan tertinggi dari
struktur pendidikan yang ada di Indonesia. Sebagai seorang mahasiswa dicetak untuk menjadi sarjana yang mempunyai kemampuan tinggi dalam bidang apapun
baik akademis atau non akademis.
.
Dalam berorganisasi, intelektual, dan profesional. Memperoleh nilai moral yang tinggi juga merupakan suatu keharusan untuk menjadi mahasiswa. Karena generasi yang bisa membangun bangsa menjadi yang lebih baik dimulai dari memiliki moral yang sehat, serta yang bisa berbaur dengan masyarakat
.
Mahasiswa merupakan asset masa depan bangsa, karena merekalah yang paling berpeluang untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, dimana keduanya menjadi alat penyelesai utama masalah dalam kehidupan berbangsa masa kini dan masa mendatang, mahasiswa
juga sebagai kelompok strategis yang memiliki peluang untuk mengembangkan idealismenya, karena dengan
idealisme dapat berkembang dengan subur jiwa semangat untuk membangun solidaritas bersama memikirkan dan memenuhi kebutuhan bersama
.
Mahasiswa dan organisasi merupakan kedua hal yang tidak dapat terpisahkan. Bahkan, tidak jarang mahasiswa yang mengikuti organisasi rela pulang larut malam dari kampus setiap harinya demi menghadiri rapat dalam organisasinya. Kehidupan berorganisasi di kampus nyatanya memiliki begitu banyak pandangan dan sorotan. Ada yang memandang bahwa dengan mengikuti kegiatan organisasi hanya akan menghambat nilai akademik
.
Sebagai seorang mahasiswa, berprestasi di bidang akademik sudah menjadi sebuah kewajiban. Tapi, apakah cukup dengan belajar saja? Selain datang ke kampus untuk menimba ilmu, alangkah baiknya kalau seorang mahasiswa juga menyeimbangkan kehidupannya sebagai mahasiswa dengan mengikuti berbagai kegiatan di bidang non akademik, salah satunya dengan aktif di organisasi/Unit kegiatan kampus
.
Dalam berorganisasi mahasiswa akan dilatih berbagai macam hal, yang tentunya mengasah kemampuan mahasiswa dari teori teori yang sudah diterima selam berlangsung kuliah tatap muka dikelas bersama dosen dosen terkait
.
Selain itu dalam berorganisasi mahasiswa akan melatih jiwa kepemimpinan, kepribadian diri jika dihadapkan dengan kepentingan bersama, menyalurkan hobi dan minat, serta mahasiswa juga dapat memperluas jaringan, dan pastinya belajar management waktu antar organisasi dengan akademik mereka.
.
Hal ini dapat dikaitkan dengan teori dari Aaron L. Pincus dan Emily B (chapter
9 interpersonal theory of personality). Ansell berangkat untuk menciptakan identitas baru untuk antar pribadi teori yang mengakui aspek unik dan integrative potensi. Mereka berpendapat bahwa perspektif antarpribadi dapat berfungsi sebagai dasar untuk mengintegrasikan pendekatan teoritis beragam kepribadian, mengingat
fokus pada situasi interpersonal, perpektif ini mencakup deskripsi proksimal dari terang-terangan transaksi perilaku dan rahasia atau intrapsikis proses yang memediasi transaksi tersebut, termasuk representasi
mental internal diri dan lainnya
.
Sehingga bergabung dengan organisasi pastinya menambah banyak manfaat, dan ilmu ilmu yang tidak kita terima didalam kuliah tatap muka. Maka dari itu sobat pong pong, Kalian pilih organisasi atau menjalankan kuliah akademik saja?
Tr: Clara Wirianda


















