Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mendorong 5.725 Mastawan dan Mastawati aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) melalui Masta Kolosal IMM UMSU 2026, Rabu (30/09/2026).
Peserta Masta tahun ini merupakan mahasiswa baru jenjang Diploma 4 dan Sarjana (S1). Sementara mahasiswa S2 dan S3 tidak mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd. menjelaskan peran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai organisasi intra kampus sekaligus organisasi otonom Muhammadiyah yang difasilitasi oleh universitas sebagai ruang pengembangan pengalaman mahasiswa di luar perkuliahan.
“Tugas kita bukan hanya belajar di kelas, tapi juga belajar di luar kelas lewat organisasi kemahasiswaan,” ujarnya.
Akrim berharap keterlibatan mahasiswa dalam IMM dapat membentuk kader yang berkontribusi bagi umat, bangsa, dan persyarikatan. Ia juga menyebut sejumlah alumni UMSU telah melanjutkan kiprahnya melalui organisasi tersebut.
“Rumah besar kita, UMSU, harus kita jaga bersama-sama dengan aktif di IMM,” katanya.
Rektor UMSU juga mengajak Mastawan dan Mastawati menjadikan UMSU dan IMM sebagai wadah untuk meraih cita-cita. Ia menekankan mahasiswa bebas menetapkan cita-cita dan perlu berusaha untuk mencapainya.
“Bercita-cita itu gratis, tidak berbayar. Silakan tuliskan cita-cita setinggi apa pun,” ucapnya.
Dalam sambutannya, Akrim turut menyampaikan lima prinsip kepada mahasiswa, yakni belajar, bersungguh-sungguh, berusaha, berdoa, dan berhasil. Ia juga mengingatkan empat pilar pendidikan UNESCO, yaitu learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk mendokumentasikan setiap aktivitas selama mengikuti IMM, terutama kegiatan di luar kampus.
“Jangan sampai ditanya pernah jadi alumni IMM, tapi fotonya tidak ada,” pesannya.
tr: dinda & faiha





















