Pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang yang menghubungkan Medan, Binjai, dan Deli Serdang, khususnya di Jalan Gatot Subroto, dikeluhkan driver ojek online (ojol) karena penyempitan jalan, Minggu (13/09/2026).
Salah seorang driver ojol, M Iman Syahputra, mengatakan kondisi Jalan Gatot Subroto semakin sulit dilalui sejak adanya pembangunan BRT Mebidang.
“Sangat parah dan cukup meresahkan bagi kami driver ojol. Sejak ada pembangunan BRT Mebidang ini, jalan semakin menyempit dan kendaraan semakin padat, terutama di sepanjang Jalan Gatot Subroto,” ujarnya.
Iman menuturkan, kemacetan tidak hanya membuat perjalanan menjadi lebih lama, tetapi juga menghabiskan waktu pengemudi dalam mencari penghasilan.
“Kami jadi kehabisan waktu di jalan, mau jemput customer maupun antar orderan jadi lebih lama. Biasanya bisa dapat beberapa orderan, sekarang banyak waktu habis karena terjebak macet,” katanya.
Sementara itu, driver ojol lainnya, Fadlan Habibi, menyebut kemacetan paling terasa pada pagi dan sore hari ketika aktivitas masyarakat sedang padat.
“Kalau pagi sama sore paling parah. Pagi orang pada pergi kerja, anak sekolah, terus sore orang pulang kerja. Ditambah lagi kondisi jalan yang lagi dibangun BRT, makin padat lah,” ungkapnya.
Fadlan berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mempercepat proses pembangunan BRT Mebidang serta memperhatikan pengaturan lalu lintas selama pengerjaan berlangsung.
“Kalau bisa pemerintah sama pihak yang ngerjakan BRT ini dipercepat lah pembangunannya. Kalau memang belum bisa selesai cepat, setidaknya pengaturan jalannya lebih diperhatikan supaya jangan makin macet. Kami mendukung pembangunan, tapi masyarakat yang tiap hari lewat sini juga harus dipikirkan,” pungkasnya.
Tr : Nisa




















