Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Hadi Suhendra mendesak Pemko Medan segera kembangkan Medan Utara jadi ikon wisata bahari unggulan, Kamis (9/07/26)
Seruan ini disampaikan Suhendra dalam Rapat Paripurna DPRD, saat menyampaikan Laporan Hasil Pembahasan Badan Anggaran terkait Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Sidang tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Medan Rico Waas beserta Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap.
“Pemerintah Kota wajib memprioritaskan pengembangan Medan Utara sebagai pusat destinasi wisata bahari baru. Ini adalah peluang besar yang tak boleh terlewatkan,” tegasnya.
Menurut Suhendra, potensi kawasan pesisir Medan dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan berbasis budaya dan wisata bahari yang melibatkan masyarakat setempat. Ia menilai pengembangan tersebut perlu didukung dengan peningkatan sarana dan prasarana, termasuk penyediaan transportasi air yang memadai.
“Pengembangan harus dilakukan secara terencana, inovatif, dan berkelanjutan. Tujuannya jelas: manfaat ekonomi harus dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya sekadar nama,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Suhendra menyoroti realisasi anggaran Dinas Pariwisata dan mendorong pengelolaan anggaran yang lebih optimal agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap penyerapan anggaran ke depannya jauh lebih baik. Dana yang ada harus benar-benar berfungsi sebagai pendorong kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Tak berhenti pada wisata, Suhendra juga mendesak percepatan pengembangan kawasan hutan mangrove di Medan Utara. Selain berfungsi menahan abrasi dan mengurangi risiko banjir rob, kawasan ini berpotensi menjadi tujuan ekowisata yang unik.
“Kawasan mangrove bisa menjadi tempat pelestarian sekaligus sumber ekonomi baru. Bayangkan, gabungan wisata bahari, ekowisata hutan bakau, hingga kuliner khas pesisir akan menjadi paket lengkap yang membanggakan Kota Medan,” tutupnya.
Tr: Aura




















