Di tengah tingginya penggunaan media sosial, sebagian mahasiswa dinilai lebih akrab dengan isu viral dibandingkan perkembangan informasi yang terjadi di lingkungan kampus, Senin (22/06/2026).
Mahasiswa semester 4 Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UMSU, Raihan Nur Wanda, mengaku aktif menggunakan media sosial setiap hari. Namun, ia lebih sering memantau informasi yang berkaitan dengan kegiatan akademik daripada pembahasan yang sedang ramai diperbincangkan.
“Kalau informasinya saya ikuti setiap saat, kalau isunya tidak terlalu saya ikuti,” ujarnya saat diwawancarai.
Menurut Wanda, Ia menilai tingginya interaksi di media sosial membuat perhatian mahasiswa lebih mudah teralihkan pada topik yang sedang ramai diperbincangkan.
“Karena isu yang viral viewer-nya lebih ramai dan lebih mudah FYP di aplikasi media sosial mana pun. Khas netizen Indonesia lebih suka mengikuti yang viral daripada isu di kampus,” katanya.
Wanda menjelaskan bahwa dirinya memperoleh informasi kampus dari berbagai sumber resmi, seperti akun universitas, fakultas, program studi, hingga media mahasiswa seperti Teropong UMSU.
“Sudah menarik kok, mungkin bisa dibuat lebih menarik lagi supaya banyak mahasiswa yang tahu,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, ia menilai relevansi suatu pembahasan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi minat mahasiswa untuk mengikutinya.
“Terkadang kalau memahami isu itu, tetapi tidak berdampak pada diri mahasiswa maka tidak terlalu penting,” tutupnya.
Tr: @rifkyaris123




















