Akademisi dan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) turut memberikan pandangan terkait perdebatan mengenai prioritas antara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau pendidikan gratis yang menjadi sorotan dalam upaya pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.
Akademisi UMSU, Khairul Anam, S.Pd., M.Pd., memandang bahwa kedua program tersebut tidak dapat dibandingkan secara sederhana karena pendidikan gratis dan MBG memiliki fokus yang berbeda namun saling melengkapi.
“Pendidikan gratis berfokus pada akses dan pemerataan, sedangkan MBG berfokus pada kualitas kesehatan dan kesiapan belajar peserta didik,” ujarnya, Rabu (10/06/2026).
Ia menilai penentuan prioritas program harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi daerah, seperti pendidikan gratis di wilayah miskin serta MBG di daerah yang menghadapi masalah gizi dan stunting.
“Dalam kondisi anggaran terbatas, penentuan prioritas harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik daerah. Di wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi, pendidikan gratis dapat menjadi solusi utama untuk meningkatkan akses. Sementara di daerah dengan masalah gizi dan stunting, MBG dapat menjadi prioritas yang sama pentingnya,” jelasnya.
Di sisi lain, Mahasiswi program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UMSU semester IV, Nabila Khairani, menilai bahwa program makan bergizi gratis perlu menjadi prioritas utama, terutama bagi anak usia dini karena merupakan fase golden age.
“Jika pada fase ini anak kurang asupan nutrisi, perkembangan otaknya bisa terhambat dan jelas akan berpengaruh ke depannya. Sekolah gratis atau fasilitas yang baik tidak akan maksimal jika anak datang dalam kondisi lapar dan lemas,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa kesehatan dan gizi anak menjadi prioritas karena dapat mendukung aktivitas belajar dan daya tangkap anak.
“Dalam jangka pendek, fokus pada kesehatan dan gizi anak menjadi hal yang paling mendesak. Anak yang sehat, menurutnya, akan lebih aktif, fokus dalam belajar, serta memiliki daya tangkap yang lebih baik,” tambahnya.
Tr: Widya & Dinda



















