Di tengah menurunnya jumlah penumpang, angkutan kota (angkot) masih menjadi pilihan bagi sebagian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Senin (27/04/2026).
Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) semester VI, Aura Mecca Safwa, mengaku masih sering menggunakan angkot untuk aktivitas sehari-hari, terutama untuk pergi dan pulang kuliah.
“Saya sering sekali naik angkutan umum saat kuliah atau bepergian yang masih bisa ditempuh dengan angkot,” ujarnya,
Ia menilai angkot masih menjadi pilihan karena faktor biaya yang terjangkau serta cukup melindungi dari panas dibandingkan transportasi lain, meski masih terdapat kendala dalam layanan dan kenyamanan perjalanan.
“Saya memilih angkot karena harganya murah dan tidak kena panas, meski kadang lama menunggu, angkot juga lambat jalan, jadi bisa terlambat. Ada juga yang ngebut-ngebutan dalam merebut pelanggan,” katanya.
Selain itu, ia mengungkapkan kekhawatiran terkait isu keamanan yang belakangan muncul di masyarakat serta harapan ke depannya.
“Akhir-akhir ini ada kabar pembegalan di dalam angkot, jadi membuat penumpang agak takut, apalagi ibu-ibu. Semoga tidak ada lagi angkot yang ngebut-ngebutan dan tidak ada lagi yang berkomplot dengan begal,” ungkapnya.
Sementara itu, sopir angkot rute KPUM 70, Syahrul Amri mengaku kondisi pekerjaan saat ini mengalami penurunan, terutama dari segi pendapatan.
“Penumpang berkurang karena pelajar yang menggunakan angkutan umum semakin sedikit dan pengguna umum juga menurun,” sebutnya.
Ia menyebut salah satu tantangan terbesar adalah rendahnya kesadaran sebagian penumpang dalam membayar ongkos. Meski demikian, ia berharap angkutan umum tetap mendapat perhatian dan disejahterakan agar keberadaannya bisa terus bertahan.
Tr: Rifky


















