• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
Krisis Lingkungan: Antara Pembangunan dan Pengabaian Keberlanjutan

Krisis Lingkungan: Antara Pembangunan dan Pengabaian Keberlanjutan

18 December 2025
Pelantikan Pimpinan Struktural UMSU, Rektor Tekankan Amanah dan Dedikasi Tanpa Batas

Pelantikan Pimpinan Struktural UMSU, Rektor Tekankan Amanah dan Dedikasi Tanpa Batas

15 September 2026
Dosen Ilmu Komunikasi UMSU Dorong Mahasiswa Kenali Produksi Televisi

Dosen Ilmu Komunikasi UMSU Dorong Mahasiswa Kenali Produksi Televisi

15 September 2026
Obrolan Warung Kopi TVRI Live Angkat Peran Pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan

Obrolan Warung Kopi TVRI Live Angkat Peran Pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan

15 September 2026
Purbaya Dicopot, Suahasil Nazara Jadi Menkeu

Purbaya Dicopot, Suahasil Nazara Jadi Menkeu

14 September 2026
Driver Ojol Keluhkan Kemacetan Pembangunan BRT Mebidang*

Driver Ojol Keluhkan Kemacetan Pembangunan BRT Mebidang*

14 September 2026
Kunjungan Silaturahmi Rektor UMSU, PT KIM Siap Dukung Sukses Muktamar 2027

Kunjungan Silaturahmi Rektor UMSU, PT KIM Siap Dukung Sukses Muktamar 2027

13 September 2026
UKM Tari UMSU Siapkan Penguatan SDM dan Target Prestasi hingga Tingkat Internasional

UKM Tari UMSU Siapkan Penguatan SDM dan Target Prestasi hingga Tingkat Internasional

11 September 2026
Islam Ala Prabowo dan Narasi Agama dalam Kekuasaan

Islam Ala Prabowo dan Narasi Agama dalam Kekuasaan

11 September 2026
Dari UMSU ke Filipina, Mahasiswa Rasakan Pengalaman Mengajar di Negeri Seberang

Dari UMSU ke Filipina, Mahasiswa Rasakan Pengalaman Mengajar di Negeri Seberang

10 September 2026
Dari Letusan Dahsyat hingga Kini, Anak Krakatau Terus Jadi Perhatian

Dari Letusan Dahsyat hingga Kini, Anak Krakatau Terus Jadi Perhatian

8 September 2026
Empat Tahun Bina UKM Tari, Dharma Ari Kenang Prestasi di Singapura

Empat Tahun Bina UKM Tari, Dharma Ari Kenang Prestasi di Singapura

8 September 2026
UMSU Juara 1 Business Pitching, Tim Natcool Targetkan KMI Expo

UMSU Juara 1 Business Pitching, Tim Natcool Targetkan KMI Expo

6 September 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Wednesday, 16 September 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Opini

Krisis Lingkungan: Antara Pembangunan dan Pengabaian Keberlanjutan

by REDAKSI TEROPONG
18 December 2025
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Krisis Lingkungan: Antara Pembangunan dan Pengabaian Keberlanjutan
0
SHARES
45
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Teropongdaily, Medan-Isu lingkungan di Indonesia tidak lagi dapat dipandang sebagai sekadar dampak sampingan pembangunan, melainkan sebagai konsekuensi langsung dari kebijakan yang mengabaikan prinsip keberlanjutan. Banjir yang terus berulang, kebakaran hutan yang hampir menjadi agenda tahunan, pencemaran udara, serta kerusakan ekosistem menunjukkan bahwa arah pembangunan masih didominasi oleh logika eksploitasi, bukan perlindungan. Ironisnya, berbagai kerusakan tersebut kerap dinormalisasi sebagai “risiko yang harus diterima” demi mengejar pertumbuhan ekonomi.

Krisis iklim semakin menegaskan kegagalan dalam tata kelola lingkungan. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen bencana yang terjadi di Indonesia merupakan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan. Meningkatnya intensitas cuaca ekstrem menandakan lemahnya strategi mitigasi dan adaptasi yang dijalankan. Namun, respons yang diberikan masih bersifat reaktif sigap saat bencana terjadi, kemudian melemah ketika perhatian publik mereda.

RelatedPosts

Islam Ala Prabowo dan Narasi Agama dalam Kekuasaan

Ketika Hutan Terbakar, Satwa Kehilangan Rumah

Londo Ireng dan Suara Kritis yang Dicurigai

Deforestasi dan alih fungsi lahan menjadi gambaran paling nyata dari konflik kepentingan antara ekonomi dan kelestarian alam. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), selama periode 2015–2019, deforestasi neto tercatat antara 439.000–629.000 hektare per tahun. Indonesia masih kehilangan ratusan ribu hektare tutupan hutan setiap tahunnya, terutama akibat ekspansi industri ekstraktif dan perkebunan skala besar. Hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyerap karbon dan penyangga kehidupan justru diposisikan sebagai komoditas ekonomi jangka pendek.

Dalam banyak kasus, regulasi lingkungan tidak ditegakkan secara konsisten. Perizinan kerap diberikan meskipun berpotensi merusak ekosistem, sementara pelanggaran lingkungan sering kali berakhir tanpa sanksi yang menimbulkan efek jera. Akibatnya, masyarakat lokal dan kelompok rentan menjadi pihak yang paling terdampak, mulai dari kehilangan ruang hidup hingga menurunnya kualitas kesehatan dan mata pencaharian.

Pencemaran lingkungan pun memperlihatkan lemahnya kontrol negara terhadap aktivitas industri serta rendahnya tanggung jawab bersama. KLHK mencatat bahwa sebagian besar sungai utama di Indonesia berada dalam kondisi tercemar sedang hingga berat. Sementara itu, di sejumlah kota besar, kualitas udara kerap melampaui batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kondisi ini menunjukkan bahwa kebijakan lingkungan belum menyentuh akar persoalan struktural.

Di sisi lain, wacana pembangunan berkelanjutan sering kali hanya berhenti pada level slogan. Berbagai target pengurangan emisi dan transisi energi memang telah dicanangkan, tetapi implementasinya berjalan lambat dan tidak konsisten. Ketergantungan pada energi fosil masih tinggi, sementara pengembangan energi terbarukan belum sepenuhnya menjadi prioritas dalam kebijakan nasional.

Situasi ini mengarah pada krisis keadilan lingkungan dan keadilan antargenerasi. Generasi hari ini menikmati hasil pembangunan, sementara generasi mendatang harus menanggung dampak kerusakan alam yang ditinggalkan. Ketimpangan ini menunjukkan bahwa persoalan lingkungan bukan semata isu ekologis, melainkan juga persoalan etika dan keadilan sosial.

Oleh karena itu, perubahan paradigma pembangunan menjadi sebuah keharusan. Pembangunan tidak boleh lagi mengorbankan lingkungan demi pertumbuhan ekonomi jangka pendek. Negara harus bersikap tegas dalam penegakan hukum, kebijakan harus berpihak pada kelestarian, dan masyarakat terutama generasi muda perlu terus bersuara agar isu lingkungan tidak terus dipinggirkan dalam agenda nasional.

 

Tr: Widia Ningsih

Tags: #Opini #KrisisLingkungan ##Pembangunan #Pengabdian #BencanaSumatera ##Banjir #Medan #Teropongdaily
Previous Post

Tim PKM-RSH Batapai UMSU Raih Juara Harapan I PIMTANAS

Next Post

John Maynard Keynes dan Ekonomi Keynesian

Related Posts

Islam Ala Prabowo dan Narasi Agama dalam Kekuasaan

Islam Ala Prabowo dan Narasi Agama dalam Kekuasaan

by REDAKSI TEROPONG
11 September 2026
0

Agama memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ketika agama kemudian dikaitkan dengan sosok seorang pemimpin politik, pembahasannya tidak hanya...

Ketika Hutan Terbakar, Satwa Kehilangan Rumah

Ketika Hutan Terbakar, Satwa Kehilangan Rumah

by REDAKSI TEROPONG
5 September 2026
0

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan kembali menunjukkan bahwa yang menjadi korban bukan hanya manusia. Di balik kepulan asap dan...

Londo Ireng dan Suara Kritis yang Dicurigai

Londo Ireng dan Suara Kritis yang Dicurigai

by REDAKSI TEROPONG
6 August 2026
0

Kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, ketika kritik dibalas dengan pelabelan, perhatian publik dapat bergeser dari persoalan yang...

Mengapa Kita Sulit Melahirkan Banyak Entrepreneur Muda?

Mengapa Kita Sulit Melahirkan Banyak Entrepreneur Muda?

by REDAKSI TEROPONG
7 July 2026
0

Indonesia memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, bonus demografi, kekayaan sumber daya...

Tambang Ilegal Subur, Negara Terus Kebobolan

Tambang Ilegal Subur, Negara Terus Kebobolan

by REDAKSI TEROPONG
31 May 2026
0

Sektor pertambangan selama ini menjadi salah satu penopang penting perekonomian Indonesia. Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia sering disebut...

Museum Marsinah dan Ingatan yang Tak Boleh Hilang

Museum Marsinah dan Ingatan yang Tak Boleh Hilang

by REDAKSI TEROPONG
19 May 2026
0

Museum sering dianggap sebagai tempat menyimpan benda-benda lama yang membosankan. Padahal, museum memiliki fungsi penting sebagai ruang penyimpan ingatan kolektif...

Next Post
Krisis Lingkungan: Antara Pembangunan dan Pengabaian Keberlanjutan

John Maynard Keynes dan Ekonomi Keynesian

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Melawan dan Mencoba Kabur, 1 Tersangka Pencurian Uang Pemprovsu Dihadiahi Timah Panas

7 years ago
Manfaat Memelihara Kucing

Manfaat Memelihara Kucing

5 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 6 other subscribers

    Konten Terbaru

    • Pelantikan Pimpinan Struktural UMSU, Rektor Tekankan Amanah dan Dedikasi Tanpa Batas 15 September 2026
    • Dosen Ilmu Komunikasi UMSU Dorong Mahasiswa Kenali Produksi Televisi 15 September 2026
    • Obrolan Warung Kopi TVRI Live Angkat Peran Pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan 15 September 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In