• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
Krisis Lingkungan: Antara Pembangunan dan Pengabaian Keberlanjutan

Krisis Lingkungan: Antara Pembangunan dan Pengabaian Keberlanjutan

18 December 2025
Masta FATEK UMSU Dorong Mahasiswa Baru Adaptif Hadapi Perkembangan Teknologi

Masta FATEK UMSU Dorong Mahasiswa Baru Adaptif Hadapi Perkembangan Teknologi

30 October 2026
Masta IMM FAPERTA UMSU Kenalkan Nilai Kemuhammadiyahan dan Semangat Berkemajuan*

Masta IMM FAPERTA UMSU Kenalkan Nilai Kemuhammadiyahan dan Semangat Berkemajuan*

30 October 2026
Wagub Sumut Ajak Mahasiswa UMSU Bangun Kepemimpinan

Wagub Sumut Ajak Mahasiswa UMSU Bangun Kepemimpinan

30 October 2026
Masta IMM FISIP UMSU Bicara Soal Aktif Berorganisasi dan Bangun Modal Sosial

Masta IMM FISIP UMSU Bicara Soal Aktif Berorganisasi dan Bangun Modal Sosial

30 October 2026
Mahasiswa FEB UMSU Raih Juara I Lomba Video Kreatif Diaspora Unlocked

Mahasiswa FEB UMSU Raih Juara I Lomba Video Kreatif Diaspora Unlocked

31 October 2026
PPN Pembalut Jadi Sorotan, DJP Sebut Belum Ada Usulan Pembebasan

PPN Pembalut Jadi Sorotan, DJP Sebut Belum Ada Usulan Pembebasan

31 October 2026
UMSU Dorong Mahasiswa Aktif di IMM untuk Berkembang

UMSU Dorong Mahasiswa Aktif di IMM untuk Berkembang

30 October 2026
Tim Mahasiswa FEB UMSU Raih Gold Medal di Malaysia

Tim Mahasiswa FEB UMSU Raih Gold Medal di Malaysia

31 October 2026
Dari Nol Bahasa Indonesia, Mahasiswa Kamboja Berpidato di Wisuda UMSU

Dari Nol Bahasa Indonesia, Mahasiswa Kamboja Berpidato di Wisuda UMSU

30 October 2026
Wisudawan Bicara Soal Perjuangan di Balik Toga

Wisudawan Bicara Soal Perjuangan di Balik Toga

30 October 2026
UMSU Wisudakan 809 Lulusan Tiga Fakultas di Hari Ketiga Periode II 2026

UMSU Wisudakan 809 Lulusan Tiga Fakultas di Hari Ketiga Periode II 2026

30 October 2026
LBH Pers Jakarta Gelar Pelatihan Paralegal, Dorong Perlindungan Hukum bagi Pers Mahasiswa

LBH Pers Jakarta Gelar Pelatihan Paralegal, Dorong Perlindungan Hukum bagi Pers Mahasiswa

30 October 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Saturday, 31 October 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Opini

Krisis Lingkungan: Antara Pembangunan dan Pengabaian Keberlanjutan

by REDAKSI TEROPONG
18 December 2025
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Krisis Lingkungan: Antara Pembangunan dan Pengabaian Keberlanjutan
0
SHARES
50
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Teropongdaily, Medan-Isu lingkungan di Indonesia tidak lagi dapat dipandang sebagai sekadar dampak sampingan pembangunan, melainkan sebagai konsekuensi langsung dari kebijakan yang mengabaikan prinsip keberlanjutan. Banjir yang terus berulang, kebakaran hutan yang hampir menjadi agenda tahunan, pencemaran udara, serta kerusakan ekosistem menunjukkan bahwa arah pembangunan masih didominasi oleh logika eksploitasi, bukan perlindungan. Ironisnya, berbagai kerusakan tersebut kerap dinormalisasi sebagai “risiko yang harus diterima” demi mengejar pertumbuhan ekonomi.

Krisis iklim semakin menegaskan kegagalan dalam tata kelola lingkungan. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen bencana yang terjadi di Indonesia merupakan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan. Meningkatnya intensitas cuaca ekstrem menandakan lemahnya strategi mitigasi dan adaptasi yang dijalankan. Namun, respons yang diberikan masih bersifat reaktif sigap saat bencana terjadi, kemudian melemah ketika perhatian publik mereda.

RelatedPosts

Sah di Aturan, Kontroversial di Publik

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Apa yang Perlu Diketahui Penjual?

Budaya Scroll dan Tantangan Membaca Mahasiswa

Deforestasi dan alih fungsi lahan menjadi gambaran paling nyata dari konflik kepentingan antara ekonomi dan kelestarian alam. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), selama periode 2015–2019, deforestasi neto tercatat antara 439.000–629.000 hektare per tahun. Indonesia masih kehilangan ratusan ribu hektare tutupan hutan setiap tahunnya, terutama akibat ekspansi industri ekstraktif dan perkebunan skala besar. Hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyerap karbon dan penyangga kehidupan justru diposisikan sebagai komoditas ekonomi jangka pendek.

Dalam banyak kasus, regulasi lingkungan tidak ditegakkan secara konsisten. Perizinan kerap diberikan meskipun berpotensi merusak ekosistem, sementara pelanggaran lingkungan sering kali berakhir tanpa sanksi yang menimbulkan efek jera. Akibatnya, masyarakat lokal dan kelompok rentan menjadi pihak yang paling terdampak, mulai dari kehilangan ruang hidup hingga menurunnya kualitas kesehatan dan mata pencaharian.

Pencemaran lingkungan pun memperlihatkan lemahnya kontrol negara terhadap aktivitas industri serta rendahnya tanggung jawab bersama. KLHK mencatat bahwa sebagian besar sungai utama di Indonesia berada dalam kondisi tercemar sedang hingga berat. Sementara itu, di sejumlah kota besar, kualitas udara kerap melampaui batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kondisi ini menunjukkan bahwa kebijakan lingkungan belum menyentuh akar persoalan struktural.

Di sisi lain, wacana pembangunan berkelanjutan sering kali hanya berhenti pada level slogan. Berbagai target pengurangan emisi dan transisi energi memang telah dicanangkan, tetapi implementasinya berjalan lambat dan tidak konsisten. Ketergantungan pada energi fosil masih tinggi, sementara pengembangan energi terbarukan belum sepenuhnya menjadi prioritas dalam kebijakan nasional.

Situasi ini mengarah pada krisis keadilan lingkungan dan keadilan antargenerasi. Generasi hari ini menikmati hasil pembangunan, sementara generasi mendatang harus menanggung dampak kerusakan alam yang ditinggalkan. Ketimpangan ini menunjukkan bahwa persoalan lingkungan bukan semata isu ekologis, melainkan juga persoalan etika dan keadilan sosial.

Oleh karena itu, perubahan paradigma pembangunan menjadi sebuah keharusan. Pembangunan tidak boleh lagi mengorbankan lingkungan demi pertumbuhan ekonomi jangka pendek. Negara harus bersikap tegas dalam penegakan hukum, kebijakan harus berpihak pada kelestarian, dan masyarakat terutama generasi muda perlu terus bersuara agar isu lingkungan tidak terus dipinggirkan dalam agenda nasional.

 

Tr: Widia Ningsih

Tags: #Opini #KrisisLingkungan ##Pembangunan #Pengabdian #BencanaSumatera ##Banjir #Medan #Teropongdaily
Previous Post

Tim PKM-RSH Batapai UMSU Raih Juara Harapan I PIMTANAS

Next Post

John Maynard Keynes dan Ekonomi Keynesian

Related Posts

Sah di Aturan, Kontroversial di Publik

Sah di Aturan, Kontroversial di Publik

by REDAKSI TEROPONG
8 October 2026
0

Pergantian antarwaktu (PAW) pada dasarnya merupakan mekanisme untuk mengisi kursi DPR yang kosong sebelum masa jabatan berakhir. Namun, ketika kursi...

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Apa yang Perlu Diketahui Penjual?

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Apa yang Perlu Diketahui Penjual?

by REDAKSI TEROPONG
4 October 2026
0

Marketplace telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat dalam melakukan jual beli. Tidak hanya untuk berbelanja, platform digital juga menjadi tempat...

Budaya Scroll dan Tantangan Membaca Mahasiswa

Budaya Scroll dan Tantangan Membaca Mahasiswa

by REDAKSI TEROPONG
23 September 2026
0

Kebiasaan scroll membuat mahasiswa terbiasa menerima informasi dalam bentuk yang singkat dan cepat. Video berdurasi pendek, rangkuman, serta konten dengan...

Islam Ala Prabowo dan Narasi Agama dalam Kekuasaan

Islam Ala Prabowo dan Narasi Agama dalam Kekuasaan

by REDAKSI TEROPONG
11 September 2026
0

Agama memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ketika agama kemudian dikaitkan dengan sosok seorang pemimpin politik, pembahasannya tidak hanya...

Ketika Hutan Terbakar, Satwa Kehilangan Rumah

Ketika Hutan Terbakar, Satwa Kehilangan Rumah

by REDAKSI TEROPONG
5 September 2026
0

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan kembali menunjukkan bahwa yang menjadi korban bukan hanya manusia. Di balik kepulan asap dan...

Londo Ireng dan Suara Kritis yang Dicurigai

Londo Ireng dan Suara Kritis yang Dicurigai

by REDAKSI TEROPONG
6 August 2026
0

Kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, ketika kritik dibalas dengan pelabelan, perhatian publik dapat bergeser dari persoalan yang...

Next Post
Krisis Lingkungan: Antara Pembangunan dan Pengabaian Keberlanjutan

John Maynard Keynes dan Ekonomi Keynesian

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

5 Cara Menjadi Orang Sukses ala Jusuf Hamkah

5 Cara Menjadi Orang Sukses ala Jusuf Hamkah

3 years ago
Media Kampus Diminta Tinggalkan Berita Pasaran, Konten Eksklusif Jadi Kunci Bertahan

Media Kampus Diminta Tinggalkan Berita Pasaran, Konten Eksklusif Jadi Kunci Bertahan

4 months ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 6 other subscribers

    Konten Terbaru

    • Masta FATEK UMSU Dorong Mahasiswa Baru Adaptif Hadapi Perkembangan Teknologi 30 October 2026
    • Masta IMM FAPERTA UMSU Kenalkan Nilai Kemuhammadiyahan dan Semangat Berkemajuan* 30 October 2026
    • Wagub Sumut Ajak Mahasiswa UMSU Bangun Kepemimpinan 30 October 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In