Tak ada podium,
Saat memilih bertahan.
Tak ada sorak,
Ketika keinginan menyerah,
Berhasil diredam.
Belajar memimpin,
Tanpa menunjuk siapa pun,
Tanpa meninggikan suara,
Cukup dengan menahan amarah,
Dan berdamai dengan luka.
Setiap hari ada perundingan sunyi,
Antara takut dan harap,
Menimbang langkah agar tak saling melukai.
Menggenggam diri
bukan untuk menahan,
Melainkan menjaga agar tetap utuh,
Di jalan yang sunyi.
Sebab kemenangan paling jujur,
Adalah mampu
menjadi arah
Bagi langkah sendiri.
Tr: Novita Sari
Sumber Foto: Hidayatullah.com






















