Di satu sisi,
ada mimpi yang terlipat rapi dalam buku catatan,
dengan jadwal kuliah,
dan angka-angka yang menunggu dipelajari.
Di sisi lain,
ada senyummu
yang tak pernah masuk kurikulum,
tapi entah mengapa selalu ingin kuhafalkan.
Pendidikan menjanjikan masa depan,
cinta menawarkan kehangatan.
Keduanya indah,
tapi aku tahu…
tak mungkin kutapaki dua jalan sekaligus
tanpa kehilangan langkahku sendiri.
Jadi,
mungkin untuk saat ini,
aku memilih pena,
bukan genggaman tangan.
Tr: Jihan




















