• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
Teror terhadap Aktivis dan Influencer: Alarm Bahaya bagi Demokrasi

Teror terhadap Aktivis dan Influencer: Alarm Bahaya bagi Demokrasi

1 January 2026
Hilal di Medan Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Sidang Isbat Jadi Penentu

Hilal di Medan Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Sidang Isbat Jadi Penentu

19 March 2026
Kasus Andrie Yunus Disorot, Akademisi UMSU Singgung Keamanan Negara

Kasus Andrie Yunus Disorot, Akademisi UMSU Singgung Keamanan Negara

18 March 2026
Mahasiswa UMSU Juara MHQ Internasional, Ungkap Kunci Hafalan

Mahasiswa UMSU Juara MHQ Internasional, Ungkap Kunci Hafalan

17 March 2026
Aktivis Diserang, Koalisi Sipil Tuntut Keadilan

Aktivis Diserang, Koalisi Sipil Tuntut Keadilan

18 March 2026
Lepas Peserta Mudik Gratis, Bobby Nasution: Jangan Ada Praktik Jual Beli Tiket

Lepas Peserta Mudik Gratis, Bobby Nasution: Jangan Ada Praktik Jual Beli Tiket

17 March 2026
Teror terhadap Pembela HAM: Alarm bagi Demokrasi Indonesia

Teror terhadap Pembela HAM: Alarm bagi Demokrasi Indonesia

17 March 2026
UMSU Keluarkan Surat Edaran Libur Khusus Idul Fitri 1447H

UMSU Keluarkan Surat Edaran Libur Khusus Idul Fitri 1447H

15 March 2026
Diskusi HAM Tekankan Kesetaraan di Hadapan Hukum

Diskusi HAM Tekankan Kesetaraan di Hadapan Hukum

14 March 2026
Pascabanjir Benua Raja, Mahasiswa UMSU Prioritaskan Trauma Healing

Pascabanjir Benua Raja, Mahasiswa UMSU Prioritaskan Trauma Healing

14 March 2026
UMSU Bahas Penguatan HAM bagi Perempuan dan Disabilitas

UMSU Bahas Penguatan HAM bagi Perempuan dan Disabilitas

12 March 2026
Usai Penyusunan Program Kerja, FEB UMSU Gelar Bukber dan Berbagi

Usai Penyusunan Program Kerja, FEB UMSU Gelar Bukber dan Berbagi

12 March 2026
Sertijab Pijar, Awal Estafet Kepengurusan Baru

Sertijab Pijar, Awal Estafet Kepengurusan Baru

12 March 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Wednesday, 25 March 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Opini

Teror terhadap Aktivis dan Influencer: Alarm Bahaya bagi Demokrasi

by REDAKSI TEROPONG
1 January 2026
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Teror terhadap Aktivis dan Influencer: Alarm Bahaya bagi Demokrasi
0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Teropongdaily, Medan-Gelombang teror yang menimpa aktivis dan influencer kritis belakangan ini kembali mengguncang kesadaran publik tentang rapuhnya kebebasan berekspresi di Indonesia. Kiriman bangkai ayam, bom molotov, vandalisme, hingga ancaman digital bukan sekadar tindakan kriminal biasa, melainkan simbol kekerasan yang diarahkan pada mereka yang berani bersuara. Teror ini muncul setelah kritik disampaikan terhadap lambatnya penanganan bencana di Sumatera, sebuah isu yang seharusnya mendapat ruang diskusi luas, bukan ancaman.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kritik publik masih kerap dipersepsikan sebagai ancaman, bukan sebagai bagian dari kontrol demokratis. Aktivis lingkungan, konten kreator, hingga seniman yang menyampaikan keprihatinan justru menjadi sasaran intimidasi. Pola teror yang berulang dan serupa mengindikasikan adanya upaya sistematis untuk membungkam suara kritis, bukan sekadar reaksi spontan individu yang tersinggung.

RelatedPosts

Teror terhadap Pembela HAM: Alarm bagi Demokrasi Indonesia

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Kecemasan Mahasiswa di Tengah Isu Perang Dunia Ketiga

Kasus terbaru yang dilaporkan Tempo.co, menunjukkan ancaman fisik dan simbolik terhadap aktivis dan jurnalis yang menyuarakan kritik tajam. Ketika teror menyasar ranah personal seperti keluarga, rumah, dan keselamatan fisik, pesan yang ingin disampaikan menjadi jelas bahwa kritik memiliki konsekuensi. Cara-cara ini mengingatkan publik pada praktik intimidasi di masa lalu, ketika ketakutan dijadikan alat politik yang efektif. Bedanya, kini teror hadir dalam kombinasi kekerasan fisik dan serangan digital, mengikuti perubahan pola komunikasi di zaman sekarang.

Ironisnya, suara-suara yang diteror justru lahir dari kepedulian terhadap korban bencana dan kegagalan tata kelola lingkungan. Kritik terhadap penanganan banjir tidak muncul dari ruang hampa, melainkan dari realitas penderitaan warga. Namun alih-alih menjawab substansi kritik, ancaman dipilih sebagai respons, seakan membungkam suara lebih mudah daripada membenahi kebijakan.

Teror ini juga menimbulkan rasa takut yang lebih luas. Saat satu per satu figur publik diteror, masyarakat menangkap pesan bahwa lebih aman untuk diam daripada bersuara. Jika kondisi ini terus terjadi, banyak orang akan memilih menyensor diri sendiri dan enggan menyampaikan pendapat. Akibatnya, ruang diskusi publik menjadi sepi, padahal demokrasi yang sehat membutuhkan perbedaan pendapat, kritik, dan masukan, bukan kepatuhan yang muncul karena ketakutan.

Negara tidak bisa bersikap ambigu dalam situasi semacam ini. Perlindungan terhadap kebebasan berekspresi bukan hanya soal menjamin hak individu, tetapi juga soal menjaga kualitas demokrasi. Jika teror dibiarkan tanpa penanganan yang tegas dan transparan, negara berisiko kehilangan legitimasi moral sebagai pelindung warganya, terutama mereka yang menggunakan hak konstitusional untuk bersuara.

Lebih jauh, pembungkaman terhadap aktivis, influencer, dan jurnalis mencerminkan ketimpangan relasi kuasa dalam ruang publik. Kritik yang datang dari bawah sering kali diperlakukan sebagai gangguan, bukan masukan. Padahal, tanpa keberanian suara kritis, kesalahan kebijakan akan terus berulang, dan korban selalu berasal dari kelompok yang sama: masyarakat yang terdampak.

Di tengah situasi ini, masyarakat sipil dihadapkan pada pilihan penting, membiarkan ketakutan mengatur ruang publik, atau terus merawat keberanian untuk bersuara. Teror terhadap suara kritis seharusnya menjadi alarm bagi semua pihak bahwa demokrasi tidak hanya diuji di bilik suara, tetapi juga di keberanian negara dan warganya dalam menghadapi kritik. Jika suara publik dibungkam, maka yang tersisa hanyalah demokrasi yang hampa.

 

Tr: Muhammad Ilham

Sumber Foto: Greenpeaceid

Tags: #Opini #Teror #AktivisInfluencer #Demokrasi #Indonesia #Medan #Teropongdaily
Previous Post

Lima Fakta Menarik yang Jarang Diketahui

Next Post

Kembang Api Tetap Menyala, Saat Larangan Tak Sepenuhnya Didengar

Related Posts

Teror terhadap Pembela HAM: Alarm bagi Demokrasi Indonesia

Teror terhadap Pembela HAM: Alarm bagi Demokrasi Indonesia

by REDAKSI TEROPONG
17 March 2026
0

“Siapa yang berani bicara, siap-siap saja dicari kesalahannya.” Kalimat ini bukan lagi sekadar kiasan, melainkan peringatan yang semakin terasa nyata....

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

by REDAKSI TEROPONG
4 February 2026
0

Teropongdaily, Medan-Di benak banyak orang, seni identik dengan keindahan, kreativitas, dan kebebasan berekspresi. Lukisan yang digantung di galeri, patung dipajang...

UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

Kecemasan Mahasiswa di Tengah Isu Perang Dunia Ketiga

by REDAKSI TEROPONG
29 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Belakangan ini, isu tentang Perang Dunia Ketiga semakin sering terdengar. Awalnya, hal tersebut terasa seperti cerita yang jauh dan...

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

by REDAKSI TEROPONG
25 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Mahasiswa sejak dulu dikenal sebagai agen perubahan dan penjaga nurani publik. Dalam dinamika sosial dan politik bangsa, mahasiswa memiliki...

Pengamat Politik UMSU Nilai Tekanan AS terhadap Iran Kian Agresif

Penahanan Peserta Demonstrasi Dinilai Mengancam Kebebasan Demokrasi

by REDAKSI TEROPONG
18 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Penahanan sejumlah peserta dalam aksi demonstrasi besar kembali menjadi perhatian publik. Tindakan aparat yang mengamankan dan menetapkan beberapa peserta...

Child Grooming: Kejahatan Sunyi yang Tumbuh dari Kelengahan Sosial

Child Grooming: Kejahatan Sunyi yang Tumbuh dari Kelengahan Sosial

by REDAKSI TEROPONG
12 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Child grooming kerap dipahami secara keliru sebagai interaksi biasa yang kebetulan berujung pada kekerasan. Padahal, grooming bukanlah peristiwa spontan,...

Next Post
Negara Bermuka Dua: Hutan Dirampok, Hukum Dipilih Sesuai Selera

Kembang Api Tetap Menyala, Saat Larangan Tak Sepenuhnya Didengar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Makanan Penurun Asam Urat

Mahasiswi BK UMSU Raih Juara 3 Pada Pekan Konseling Mahasiswa

3 years ago

Imajinasi FISIP USU Gelar Talkshow Pilar, Hadirkan Agnes Davonar

7 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 6 other subscribers

    Konten Terbaru

    • Hilal di Medan Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Sidang Isbat Jadi Penentu 19 March 2026
    • Kasus Andrie Yunus Disorot, Akademisi UMSU Singgung Keamanan Negara 18 March 2026
    • Mahasiswa UMSU Juara MHQ Internasional, Ungkap Kunci Hafalan 17 March 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In