Setiap detik, tiap detak jantung
Adalah seribu harap yang tak terungkap,
Dalam setiap nafas, ada namamu,
Membuatku terperangkap dalam bayang.
Kau adalah puisi yang tak terhenti,
Di antara bait yang tak terucap,
Aku terjebak dalam lirik tak sempurna,
Tak mampu beranjak, tak ingin melupa.
Kau adalah lagu yang tak pernah selesai,
Nada-nada yang membangkitkan rasa,
Mencoba pergi, tapi terus terikat,
Dalam labirin hari yang tak berujung.
Di lorong-lorong sepi,
Kau tinggal dalam setiap bayangan
Seolah waktu terhenti,
Menjaga jejak yang tak terhapuskan.
Kini kutahu, melupakan itu sulit,
Seperti mencoba menghapus jejak di pasir,
Namun, dalam setiap kepingan hati,
Ada keindahan dalam kesedihan ini.
Tr: Novita Sari
Editor: Salsabila balqis
Sumber Foto: Statistik Sketsa Rindu





















