Reka Project mengajak generasi muda peduli terhadap limbah tekstil melalui kegiatan daur ulang kain dan pakaian bekas menjadi tote bag di Nutrihub Medan, Jumat (09/10/2026).
Kegiatan ini berkolaborasi dengan Rumah Kreatif Rani, usaha kerajinan daur ulang yang dirintis Hairani Lubis di Binjai. Kolaborasi tersebut mengajak peserta memanfaatkan kain bekas menjadi produk kreatif yang bernilai guna.
Project Manager Reka, Dwi Garini Oktavianti, mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi kebiasaan generasi muda mengikuti tren fast fashion yang berpotensi menambah limbah tekstil.
“Sekarang ini generasi muda kalau belanja cenderung memilih barang-barang fast fashion. Kadang kita cepat bosan, apa-apa langsung check out. Kita tidak sadar kalau perilaku kita itu secara tidak langsung menjadi kontributor dalam penumpukan limbah tekstil,” ujarnya.
Dwi berharap kegiatan ini dapat membangun kesadaran generasi muda agar lebih bijak dalam membeli pakaian dan memahami dampaknya terhadap lingkungan.
“Kita susah kalau mau mengubah perilaku orang. Jadi, kita ingin menanamkan mindset kepada mereka supaya lebih sadar bahwa sesederhana keputusan kita dalam membeli pakaian itu bisa berpengaruh,” katanya.
Pemilik Rumah Kreatif Rani, Hairani Lubis, mengatakan usahanya dirintis pada 2021 dengan memanfaatkan barang bekas menjadi berbagai kerajinan yang bermanfaat.
“Rumah Kreatif Rani berdiri sejak 2021. Waktu itu, kami membuat kerajinan apa saja dari bahan yang bisa dijadikan kerajinan. Tutup galon ini, misalnya, awalnya kami buat menjadi tempat jarum untuk kebutuhan sendiri,” jelasnya.
Hairani menilai pemanfaatan kain bekas merupakan langkah kecil yang dapat dilakukan untuk mengurangi persoalan limbah tekstil.
“Kalau saya rasa, mungkin dampaknya tidak begitu besar kalau dibandingkan dengan keseluruhan produksi kain. Tapi setidaknya kita sudah berbuat. Yang penting kita sendiri dulu yang memulai,” tuturnya.
Tr: Halimah & Anggi




















