Dua dekade pelaksanaan Ramadan Fair Kota Medan menjadi momentum tahunan dalam menghadirkan ajang syiar sekaligus penguatan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM yang digelar di Taman Sri Deli, Kamis (26/02/2026).
Ketua Tim Sejarah dan Tradisi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan, Andi Winata, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan rangkaian kegiatan Ramadan Fair tahun ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Ramadan Fair tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi wadah syiar agama, pelestarian budaya, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan pelaku UMKM.
“Ramadan Fair bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi ikhtiar kita dalam mensyiarkan agama, melestarikan kebudayaan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang memadati lokasi pembukaan Ramadan Fair ke-20.
“Alhamdulillah, tahun ini kita bisa melihat begitu banyak masyarakat yang hadir dalam pembukaan Ramadan Fair ke-20 ini. Dari tahun ke tahun kita melaksanakan kegiatan ini dan hari ini terlihat begitu ramai,” katanya.
Rico menyebutkan, Ramadan Fair tahun ini berlangsung mulai 25 Ramadan hingga 16 Maret mendatang dengan menghadirkan 150 gerai kuliner serta 21 stan dari berbagai kecamatan di Kota Medan.
“Ada 150 gerai kuliner dan 21 stan dari kecamatan yang bisa dinikmati setiap hari. Mudah-mudahan Ramadan Fair tahun ini bisa membawa berkah untuk kita semuanya,” tutupnya.
Tr: Ayu




















