Wahai panai
Kupandangi bayangannya yang semakin mengecil
menggendong tas merah yang kian jauh ,kepergian yang menyisakan tanya sekaligus keluh ,
Wahai Panai ,
Semanis apapun kata katanya tuk meninggalkan , tetap perpisahan adalah yang paling menyakitkan,
Wahai panai
Awalnya kupikir ia dzahir , ternyata ia hanyalah samar yang membuat ku sadar .
akulah bujang lapuk tak bertahta itu.
Tr : Magfirani






















