Teropongdaily, Medan- Saat ini, pastinya sudah tidak asing lagi dengan mainan Lato-Lato yang suara dentumannya terdengar di sekitar kita. Lato-Lato yang kini kian marak dimainkan oleh seluruh kalangan masyarakat, dari anak-anak hingga dewasa pun ikut memainkannya.
Alih-alih ramai dimainkan di Indonesia, Lato-Lato ternyata mainan berasal dari Amerika Serikat. Di Negari Paman Sam itu, Lato-Lato disebut clackers dan ada beberapa istilah lainnya seperti, knockers, click-clacks, atau clankers. Istilah-istilah itu mengacu pada arti benda yang sama, yakni bola-bola yang dihubungkan dengan kedua utas tali.
Tak hanya itu saja, permainan ini bahkan pernah menjadi perlombaan untuk kejuaraan antar negara. Pernyataan itu jelas adanya pada New York Times pernah menerbitkan catatan saat Agustus 1971.
Lato-Lato sendiri sudah dikenal di Indonesia pada tahun 1990-an. Termasuk di Kota Medan permainan ini ramai dimainkan bahkan sampai pada kalangan mahasiswa. Salah satu, anak muda yang ikut tertular dengan permainan Lato-Lato, Salwa Natasya namanya.
Ia mengakui mengetahui permainan tersebut dari sosial media. “Tahu lato-lato dari sosial media sih,” ujar mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) tersebut.
Permainan yang memang bisa dimainkan semua kalangan ini, sungguh sangat marak sehingga banyak masyarakat yang punya ide untuk menjual Lato-Lato ke pasaran. Harga pasaran untuk mainan ini berkisar 8 ribu hingga 20 ribu per satuannya.
Salwa pun mengakui kerap bermain Lato-lato bersama teman-teman di kelasnya. Walau menyadari suara yang ditimbulkan Lato-lato bisa membuat tidak nyaman.
“Rasanya kayak menantang gitu maininnya, awalnya yang gabisa terus pas jadi bisa kayak ketagihan walaupun sedikit menyebalkan karena suaranya bising,” sampai Salwa yang merasakan keresahan pada suara lato-lato.
Senada, Sahli Lubis juga mengatakan permainan Lato-lato menghasilkan sensasi seru meski bisa membuat kebisingan. “Cukup mengasyikkan, dan yang paling seru itu sensasi suara lato-latonya. Walau kalau terlalu lama kadang buat pusing kepala juga,” tutur Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMSU.
Tr: Annisa Alivia
Editor : Mhd. Iqbal
Sumber foto : Medcom.id






















