Di malam yang sendu aku enggan bicara,
kutemukan kenangan yang tak terlupakan.
Langit tak sedih, tapi mataku berlinang air mata,
menyebut namanya yang kini hanya bayangan.
kau pernah ada, seperti cahaya mentari,
hangat walau tak pernah terlihat.
Kau kenali aku cara sabar,
meski hatimu sendiri hancur.
langkahku kini terasa berat,
sejak bayangmu tak lagi menyapa.
Hidup terus berjalan, tapi terasa sunyi,
bagai musik yang tak bernada.
Namun luka kini tumbuh menjadi kekuatan,
dari kehilangan, lahir keteguhan.
Kusisipkan doa dalam tiap helaian napas,
agar bahagia selalu menghampiri mu.
bila malam ku kembali sendu,
akan ku abadikan namu dalam kata-kata.
agar kau tahu,
meski bersama tak lagi terwujud,
cintaku tetap ada,
tak akan pernah hilang.
Tr: Raihan Aqiila






















