Teropongdaily, Medan-Semua orang bisa menulis, namun tidak semua orang bisa memaknai apa itu menulis. Tidak hanya sekedar ketetapan, namun juga berbicara tentang kebebasan.
Menurutku, menulis bukan hanya mengenai kaidah kebahasaan, namun juga keindahan perasaan yang di tuangkan oleh si penulis dengan harapan apa yang di tuangkannya dapat tersampaikan kepada para pembaca.
Hal ini pula lah yang dilakukan oleh para Jurnalis sepanjang hidupnya. Mengabdikan diri dalam kata, yang tidak hanya berupa karya, tapi juga merupakan harta paling berharga yang tidak luput oleh masa. Menyusun aksara hingga memiliki makna, mengemas jiwa raga ke dalamnya.
Dulunya pun, aku sempat berprasangka terhadap sekumpulan tulisan tersebut, menganggapnya tak memiliki arti hingga akhirnya aku terjun langsung ke dalam dunia rumit penuh kata namun indah ini.
Rumit namun indah, rasanya kalimat ini benar adanya. Karena menjadi seorang Jurnalis artinya juga siap menjadi seorang penulis, yang tidak hanya bisa menuliskan kisah diri, namun juga pribadi lain.
Jurnalis, profesi istimewa dengan beragam keindahan yang tidak dapat dilihat oleh orang awam. Memiliki segudang warna dalam setiap langkah menjalankan tugasnya, profesi yang menerangi namun tak semua orang dapat melihat cahayanya. Bagaikan mentari tanpa warna, yang akan selalu dengan pendar cahayanya tersendiri, itulah Jurnalis bagiku.
Tr : Choirun Annisa
Editor : Khofifah Aderti Mutiara
Sumber Foto : tumblr





















