Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sistem Informasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kreativitas dan kompetensi digital mahasiswa melalui kegiatan UI/UX Explore 2026 di Aula Fakultas Pertanian UMSU, Sabtu (23/05/2026)
Mengusung tema ‘Think like user, Design like innovators’, kegiatan ini digelar sebagai respons strategis untuk mencetak mahasiswa yang tidak hanya mampu membuat produk digital, tetapi juga andal dalam menganalisis user experience (UX) sesuai tren industri.
Acara berskala fakultas ini dihadiri oleh jajaran pimpinan FIKTI UMSU, di antaranya Wakil Dekan I FIKTI UMSU, Ibu Dr. Firahmi Rizky, S.Kom., M.Kom., Sekretaris Prodi, Bapak Mulkan Azhari, S.Kom., M.Kom. Serta Bapak Dedi Irawan, S.Kom., M.Kom., selaku pemateri utama.
Dalam sambutannya, Ketua Umum HMJ Sistem Informasi UMSU, Wenny Dinasti Utami menyebutkan, di era gempuran Artificial Intelligence (AI) saat ini, kemampuan analisis visual dan pemahaman mendalam yang wajib dimiliki oleh mahasiswa Sistem Informasi.
“Kemampuan UI/UX sangat penting bagi mahasiswa saat ini. Di tengah maraknya teknologi AI, tantangannya bukan lagi sekadar membuat produk digital, melainkan bagaimana kita mampu menganalisis dan mengerti tren penggunaan produk digital tersebut secara nyata,” sebutnya.
Ia menambahkan bahwa UI/UXPLORE sengaja dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan kebutuhan industri global. Melalui bimbingan mentor berpengalaman, mahasiswa diharapkan mampu menyerap ilmu praktis yang dinamis.
“Kami bertujuan menyelenggarakan acara ini agar setiap mahasiswa memiliki kualitas skill standar industri. Peserta bisa mendapatkan ilmu berharga yang kemungkinan besar tidak bisa mereka dapatkan hanya di dalam ruang kelas saja,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Fauzan Akbar, dalam laporan kegiatannya memaparkan bahwa workshop intensif ini.
“Apalagi sekarang sudah banyak AI yang bisa membuat desain UI dengan sangat bagus. Tetapi, kreativitas, kemampuan memahami kebutuhan user, dan cara berpikir seorang desainer tetap menjadi hal penting yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh AI. Karena itu, kami berharap peserta tidak hanya belajar menggunakan tools, melainkan memahami proses berpikir di baliknya,” ungkap Fauzan.
Lebih lanjut, pihak panitia juga mengumumkan bahwa momentum UI/UXPLORE tidak hanya berhenti pada pelatihan satu hari saja. Guna menguji kompetensi dan daya saing nyata para peserta, rangkaian acara ini akan langsung dilanjutkan ke tahap kompetisi desain UI/UX yang bersifat eksklusif.
“Melalui workshop ini, kami tidak hanya memberikan kesempatan untuk belajar tetapi juga memberikan ruang untuk berkompetisi. Semoga teman-teman peserta bisa mendapatkan ilmu serta pengalaman baru, dan semakin termotivasi untuk terus berkembang di bidang UI/UX Design,” jelasnya.
Tr: Aidil dan Yura




















