Teropongdaily, Medan-Lama tak terlihat di layar kaca, Aliando syarief dikabarkan sedang mengidap penyakit Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Artis yang pernah dikabarkan dekat dengan Prilly Latuconsina tersebut mengaku gangguan mental yang dialaminya ini, membuatnya sulit melakukan aktivitas sehari-hari.
Melansir Mayoclinic, OCD menampilkan pola pikir dan ketakutan yang tidak di inginkan (Obsesi), yang membuat penderitanya melakukan perilaku berulang (kompulsif).
Obsesi dan kompulsif ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan penderitaan yang signifikan.
Pengidap gangguan mental OCD mungkin mencoba untuk mengabaikan atau menghentikan obsesi, tapi ini hanya meningkatkan tekanan dan kecemasan.
Pada akhirnya, penderita merasa terdorong melakukan tindakan kompulsif untuk mencoba meredakan stres.
Mengutip dari IDN TIMES, berikut fakta-fakta tentang gangguan OCD :
- OCD dapat menyebabkan kecemasan yang signifikan
Penderita OCD mungkin akan mengalami kecemasan yang parah sebagai hasil dari pikiran yang obsesif. Seringkali, dorongan atau kompulsif digunakan untuk mengurangi kecemasan yang disebabkan oleh obsesi.
OCD ditandai oleh obsesi dan kompulsi, tetapi cara-cara di mana gejala OCD bermanifestasi berbeda dari orang ke orang. Ada beberapa subtipe OCD, termasuk obsesi dengan kebersihan, obsesi dengan simetri, dan ketertiban.
- Banyak orang dengan OCD memiliki wawasan tentang gejala-gejala mereka
Pada umumnya penderita OCD mungkin akan mengenali ketidakrasionalan atau kelebihan dari obsesi atau kompulsif. Hal ini bisa menjadi salah satu aspek gangguan yang paling membuat frustasi.
- OCD memengaruhi sekitar 2,5 persen orang seumur hidupnya
Tidak ada perbedaan dalam tingkat OCD antara pria dan wanita ataupun semua budaya dan etnis yang dipengaruhi. Namun, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan mengembangkan gangguan ini, termasuk: umur, jenis kelamin, genetik, struktur otak, dan pengalaman hidup yang traumatis.
- Gejala OCD biasanya dimulai pada masa remaja dan dewasa dini
Namun, anak-anak pada usia dini dapat terpengaruh OCD. Meskipun jarang, OCD juga dapat dimulai pada akhir masa dewasa. Biasanya, kebanyakan orang didiagnosis pada usia 19 tahun.
- Satu gen OCD belum diidentifikasi
Mengembangkan OCD adalah hasil dari interaksi yang kompleks antara pengalaman hidup dan faktor risiko genetik. Sementara tidak ada gen tunggal yang telah diidentifikasi, para peneliti tahu ada hubungan genetik dari studi kembar yang menunjukkan ketika satu kembar memiliki OCD, yang lain lebih mungkin untuk mengembangkan kondisi tersebut.
- OCD tidak dapat didiagnosis menggunakan tes darah atau X-Ray
Jika kamu mengira menderita OCD, kamu perlu menemui ahli kesehatan mental terlatih, seperti psikiater atau psikolog untuk mendapatkan diagnosis. Gejala OCD menyerupai penyakit lain, jadi penting untuk mencari bantuan profesional.
- Stres dapat membuat gejala OCD lebih buruk
Menjaga tingkat stres tetap terkendali akan membantu mengurangi keparahan dan frekuensi gejala OCD.
- OCD adalah gangguan mental kronis
Fokus penderita OCD harus pada manajemen gejala sehari-hari, daripada menyembuhkan diri sendiri dari kondisi tersebut. Jadi, jangan pernah meremehkan gangguan mental OCD yang dialami beberapa orang karena OCD termasuk gangguan mental kronis.
Itulah beberapa fakta tentang gangguan mental OCD yang mungkin tidak hanya dialami oleh Aliando Syarief saja. Semoga bermanfaat ya!



















