Kutemui dirimu di antara luka,
Masih menggenggam serpihan harap,
Bertahan dalam pelukan nestapa,
Namun matamu tak lagi sama.
Kau pernah terikat sepenuh jiwa,
Meski hatimu dihantam berkali-kali.
Kupeluk dirimu dalam diam,
Sebab kataku pun tak kau peduli.
Tak bisa kupaksa kau melepaskan,
Tak ingin pula kau terus terbelenggu.
Namun, sampai kapan kau tersiksa,
Sementara hatimu terus layu?
Ikatan sejati tak membuatmu rapuh,
Takdir pun bisa kau genggam penuh.
Bukalah pintu, temui dirimu,
Sebab kau layak untuk utuh dan sembuh.
Tr : Imtiyaz Alnatanisa
Sumber Foto: Pinterest






















