• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
DI BALIK RAK BUKU TERAKHIR

DI BALIK RAK BUKU TERAKHIR

15 October 2018
Hilal di Medan Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Sidang Isbat Jadi Penentu

Hilal di Medan Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Sidang Isbat Jadi Penentu

19 March 2026
Kasus Andrie Yunus Disorot, Akademisi UMSU Singgung Keamanan Negara

Kasus Andrie Yunus Disorot, Akademisi UMSU Singgung Keamanan Negara

18 March 2026
Mahasiswa UMSU Juara MHQ Internasional, Ungkap Kunci Hafalan

Mahasiswa UMSU Juara MHQ Internasional, Ungkap Kunci Hafalan

17 March 2026
Aktivis Diserang, Koalisi Sipil Tuntut Keadilan

Aktivis Diserang, Koalisi Sipil Tuntut Keadilan

18 March 2026
Lepas Peserta Mudik Gratis, Bobby Nasution: Jangan Ada Praktik Jual Beli Tiket

Lepas Peserta Mudik Gratis, Bobby Nasution: Jangan Ada Praktik Jual Beli Tiket

17 March 2026
Teror terhadap Pembela HAM: Alarm bagi Demokrasi Indonesia

Teror terhadap Pembela HAM: Alarm bagi Demokrasi Indonesia

17 March 2026
UMSU Keluarkan Surat Edaran Libur Khusus Idul Fitri 1447H

UMSU Keluarkan Surat Edaran Libur Khusus Idul Fitri 1447H

15 March 2026
Diskusi HAM Tekankan Kesetaraan di Hadapan Hukum

Diskusi HAM Tekankan Kesetaraan di Hadapan Hukum

14 March 2026
Pascabanjir Benua Raja, Mahasiswa UMSU Prioritaskan Trauma Healing

Pascabanjir Benua Raja, Mahasiswa UMSU Prioritaskan Trauma Healing

14 March 2026
UMSU Bahas Penguatan HAM bagi Perempuan dan Disabilitas

UMSU Bahas Penguatan HAM bagi Perempuan dan Disabilitas

12 March 2026
Usai Penyusunan Program Kerja, FEB UMSU Gelar Bukber dan Berbagi

Usai Penyusunan Program Kerja, FEB UMSU Gelar Bukber dan Berbagi

12 March 2026
Sertijab Pijar, Awal Estafet Kepengurusan Baru

Sertijab Pijar, Awal Estafet Kepengurusan Baru

12 March 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Wednesday, 25 March 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Sastra

DI BALIK RAK BUKU TERAKHIR

by REDAKSI TEROPONG
15 October 2018
in Sastra
Reading Time: 5 mins read
0
DI BALIK RAK BUKU TERAKHIR
0
SHARES
20
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Aku adalah mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi yang tidak bisa berkomunikasi, aneh memang tapi itu lah aku SYAHIDA NIANA NASIR. hari itu jadwal kuliah ku sangat padat, di mulai dari pukul 07:30 sampai 12:30kemudian lanjut lagi mulai pukul 16:00 sampai 18:00, seperti hari-hari biasanyaaku tidak pernah pulang ke rumah sehabis pulang kuliah, ku habiskan waktu duduk menikmati angin yang berhembus di atas rooftop kampus atau membaca buku-buku di perpustakaan. aku hanya akan ada di rumah pada pukul 22:00 sampai 07:20 kemudian pergi lagi begitupun seterusnya, jika ditanya mengapa jawabanya hanya satu aku
benci berada dirumah dan aku benci hidup ku. Kami pindah setahun yang lalu ke kota ini, aku tidak memiliki teman dan
tidak pula berteman.

“Niana “ teriak seorang pria memanggilku. Aku menoleh, ku lihat seorang pria berkemeja rapi berjalan kearah ku sambil membawa beberapa buku ditangannya, Dia adalah salah satu mahasiswa di kelas ku nama nya Adam.

RelatedPosts

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Perpisahan yang Tak Pernah Kupelajari

Rindu dalam Diam

“kamu mau ke perpus kan?” tanya nya sambil tersenyum
“iya”
“bareng ya, aku juga mau kesana sambil balikin buku ini” sambil menunjukan
buku yang berada ditanganya
“iya”

Kami pun berjalan menuju perpustakaan, ya walaupun aku yang memipin jalan dan dia tertinggal jauh dibelakang.
Hari-hari berlalu begitu lamanya, tidak ada yang menarik dalam hidup ku begitupun dalam hidup tidak ada yang menarik bagi ku. Aku tumbuh menjadi seseorang yang sangat membosankan, egois dan tidak perduli terhadap apapun. Aku hanya ingin waktu berlalu dengan cepat dan aku bisa segera bertemu dengan ibu di surga. sisi paling ujung di bawah jendela menghadap langit di perpustakan adalah tempat favorite ku, dengan headset yang menemani kemana pun aku pergi, ku dengar alunan lagu-lagu berisi kenangan tentang ibu. Sekarang sudah pukul 21:00 wib dan aku masih mencari buku yang sedari dulu ingin ku baca. di bilik terakhir rak buku perpustakan ku kulihat seorang pria berbaju kaos hitam berkacamata dengan tahi lalat khas di bawah bibirnya dan dengan senyum di wajahnya memegang buku yang ingin ku baca. Aku melanjutkan mata ku mencari-cari buku yang sama seperti milik nya, tapi tak kunjung ku dapati juga. Terdengar suara lembut memanggil namaku.

“Niana!, nama kamu niana kan”
“iya” jawab ku dengan singkat sambil terus mencari buku yang sama
“ini buku yang kamu cari kan ? aku sudah pernah baca, hanya ingin mengulang
kalau kamu mau membacanya silahkan ” sambil menunjukan sebuah buku dengan
cover mawar hitam ditanganya.
“tidak, terimakasih”
Dia terus mengikuti ku berjalan di tengah-tengah rak yang bersebrangan.
“Aku tau kamu sering ke perpustakan, mengahabiskan waktu mu disini. iyakan?”
“aku juga tau kamu sering ke rooftop, menikmati tiap-tiap hembusan angin sore.
iyakan?”
“dan kamu tidak punya teman kan?”
“dan aku tau kamu benci sendirian”.

Aku menghentikan langkah ku, menoleh ke arah nya dengan wajah datar andalan ku.

“aku mau kok jadi teman kamu” dia kembali mengganggu ku
“aku tidak berteman dengan siapapun dan tidak ingin berteman dengan siapapun”
tegas ku
Aku memutuskan untuk pergi dan berhenti mencari buku itu.
“Sekarang hampir jam 22:00 aku harus segera pulang atau jika tidak ayah akan
menelpon pihak kampus dan mengirim anak buahnya untuk membawaku pulang”,
ucap ku dalam hati.
“hey, kamu mau pulang ya hati-hati ya sampai ketemu besok malam”. Ucapnya
dengan sangat yakin sambil melambaikan tangan
Aku terus berjalan dan mengabaikan nya.
Di meja cafe baca dekat pintu keluar perpustakaan ku lihat seorang pria duduk di
temani sebotol koffe dan tumpukan buku-buku, ternyata dari tadi Adam masih
menunggu ku.
“uda selesai ? mau pulang ? mau di antar ?” tanya nya bertubi-tubi
“enggak, aku bisa pulang sendiri” jawab ku dengan cepat
Kami pun berpisah di tengah perjalanan.
Setiba di rumah, seperti biasa ayah baru pulang dari kantor dan akan berkata.
“kok baru pulang”
“dari mana aja”
“gimana kuliahnya”
“tadi pulang naik apa”

“kalau ayah nanya itu di jawab !”

Bahkan aku sudah hafal dengan semua pertanyaan dan ekspresinya. Ku naiki satu persatu anak tangga dan sampai dikamar ku. Malam yang berlalu begitu saja di sambut pagi yang hampa aku masih tetap Niana yang sama. Tetapi anehnya aku masih memikirkan sosok pria berkacamata di perpustakaan malam itu. Sore nya, aku kembali keperpustakaan duduk manis di bangku kayu berwarna coklat. Ku dapati buku dengan judul yang ku fikir sedikit lucu, yaitu “Bagaimana Cara Menjadi Manusia Normal”

“buku apa sih ini gak penting” fikir ku.
Tanpa sadar aku telah usai membacanya dan mendapat kesimpulan bahwa aku
bukanlah manusia normal, oke fine.
Tepat di waktu dan tempat yang sama pria itu kembali muncul.
“hay, ketemu lagi kita kan! uda dibaca bukunya? Gimana baguskan! Kira-kira
kamu masuk ketegori yang mana? a. Manusia b. Bukan manusia” ucapnya dengan
nada menggoda dan raut wajah bahagia

Aku hanya diam dan melihatnya sesekali, dia terus saja berbicara panjang lebar membuat beberapa lelucon dan hampir saja berhasil membuat ku tertawa. Seminggu berjalan dengan cerita yang sama, aku duduk di kursi kayu berwarna coklat dan dia duduk di sisi sebrang rak buku terakhir. Tiap harinya dia selalu meletakan buku-buku yang menarik diatas meja ku dan kami pun akhirnya saling bicara. Aku menjadi sosok yang berbeda denganya, ku ceritakan semua tentang kehidupan ku yang suram setelah kepergian ibu ku, tentang diriku yang introvert dan tentang ayah ku yang egois. Semakin lama dia terlihat seperti ibu ku yang cerewet tapi sangat ku rindukan. Dia selalu memarahi ku jika aku terlalu sering berlama-lama di perpustakan, tapi anehnya kami hanya bertemu pada malam hari dan aku tidak pernah melihatnya di sekitaran kampus atau dimana pun, kami juga tidak pernah duduk bersampingan berdua ataupun jalan berdua atau bahkan berjabat tangan. aku ada diposisi ku dan dia tetap di posisinya dengan kacamata yang sama dan warna baju yang sama pula, jika ditanya “aku suka di sini dan aku suka pakai baju ini jadi, tetap lah seperti ini oke!” jawabnya dengan nada dan raut wajah bahagia. Tapi aku tak pernah memperdulikan ke anehanya, yang ku tau dia teman ku, teman ku satu-satunya. Dan karna nya aku telah kembali menjadi Niana yang dulu Niana yang cantik, ceria dan sangat bersahabat. Aku menjadi sosok wanita idaman di kampus dengan semua prestasi dan prilaku
ku. Aku berhasil menemukan dan mengembangkan bakat seni lukis ku. Menjadi penulis bloger dan reporter di salah satu perusahan media di kota ini. Dan aku sudah bisa berdamai dengan ayah ku.

“yah, kita mau kemana sih?” tanya ku saat ayah memaksa ku mengganti pakaian
dan hendak mengajak ku pergi
“uda cepatan ganti jangan banyak tanya” balasnya dengan datar

Kami tiba di sebuah cafe dekat kampus, aku melihat beberapa teman kelas, organisasi dan teman kerja. Aku baru ingat ini adalah hari ulang tahun ku. Seperti tahun-tahun biasanya ayah selalu mempersiapkan dan memaksa ku merayakanya yang sebenarnya aku tidak menyukai itu. Tiba-tiba aku teringat pria itu, pria yang menjadi teman pertama ku. Kami sudah berteman selama kurang lebih setengah tahun namun sampai sekarang aku tidak memiliki kontaknya bahkan aku tidak tahu namanya. Aku memutuskan meninggalkan pesta diam-diam, pergi menuju rumah kedua ku yaitu perpustakaan yang sudah hampir dua minggu tak ku kunjungi. Aku mencari ke atas meja barang kali ada buku yang di tinggalkan nya untuk ku.

“Mawar Merah Terakhir” sebuah buku dan setangkai bunga mawar yang sudah
kering dan layu tertinggal di meja itu.
Ini adalah buku yang selama ini ku cari dan malam ini aku bisa membacanya.
kemudian aku di sadarkan oleh dering hp panggilan dari ayah.
“Niana kamu dimana?”
“di perpus yah” jawab ku dengan suara lirih
“kok di perpus? Ngapai? Kok suaranya seperti orang habis nangis?” tanyanya
dengan penuh penasaran
“ada buku yang dicari yah, terus tiba-tiba gak enak badan aja”
“oh yauda balik ke cafe sekarang biar kita langsung pulang aja kerumah ya!”
“iya yah “ jawab ku

Aku berusaha mencari kebenaran tentang isi buku ini, dan tentang kenyataan teman ku itu. Ku lihat di balik rak buku terakhir perpustakaan yang ada hanya lah dinding putih kosong tanpa ruang dan noda.
Jadi selama ini aku berteman dengan ????

Oleh : Sariya

Tags: #berteman#buku#cerpen#dibalikrakbukuterakhir
Previous Post

TIPS TETAP SEHAT DI MUSIM HUJAN

Next Post

Inilah Nama-nama Pendaftar ALMAMATER 2018 yang Lulus Seleksi

Related Posts

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

by REDAKSI TEROPONG
4 February 2026
0

Aku belajar kehilangan, dari caramu tetap tinggal, meski tak lagi bernama pulang. Waktu berjalan seperti hujan, jatuh perlahan di bahu...

Iram Dzāt al-‘Imād, Kota Kuno Kaum ‘Ād yang Hilang dan Kisahnya Diabadikan dalam Al-Qur’an

Perpisahan yang Tak Pernah Kupelajari

by REDAKSI TEROPONG
14 January 2026
0

Kita tidak bertengkar, tidak juga saling pergi dengan pintu yang dibanting, dan tak ada kata “selesai” yang sempat kita ucapkan...

Rindu dalam Diam

Rindu dalam Diam

by REDAKSI TEROPONG
9 January 2026
0

Aku menyebut namamu pelan dalam hati. Rindu datang tanpa pernah kuundang. Tak ada pesan yang berani kukirim. Aku memilih diam,...

Sambut Tahun Baru, KAI Divre 1 Sumatera Tebar Diskon 30 Persen

Yang Katanya “Rumah” Itu…

by REDAKSI TEROPONG
31 December 2025
0

Rumah yang dulu penuh cahaya, Kini hampa, tak ada lagi tawa. Dinding-dinding bisu menyimpan luka, Semua terjadi di luar bayanganku....

‎UMK Medan 2026 Naik Delapan Persen, Warga Medan Nilai Kenaikan Cukup

Ibu

by REDAKSI TEROPONG
22 December 2025
0

Ibu Di pagi yang selalu lebih dulu bangun, kau titipkan doa pada air dan cahaya. Tak pernah kau hitung lelah,...

Antara Solidaritas dan Regulasi: Polemik Penggalangan Dana Tanpa Izin

Menggenggam Diri

by REDAKSI TEROPONG
15 December 2025
0

Tak ada podium, Saat memilih bertahan. Tak ada sorak, Ketika keinginan menyerah, Berhasil diredam. Belajar memimpin, Tanpa menunjuk siapa pun,...

Next Post
Inilah Nama-nama Pendaftar ALMAMATER 2018 yang Lulus Seleksi

Inilah Nama-nama Pendaftar ALMAMATER 2018 yang Lulus Seleksi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kemeriahan Fakultas Teknik Dalam Mempersiapkan PKKMB

Kemeriahan Fakultas Teknik Dalam Mempersiapkan PKKMB

2 years ago
Shohibul Anshor: Reformasi Gagal Ubah Watak Kekuasaan, Hukum Jadi Pelayan Penguasa

Inovasi BalaSwara, Tim PKM-PM UMSU Tembus PIMNAS

4 months ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 6 other subscribers

    Konten Terbaru

    • Hilal di Medan Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Sidang Isbat Jadi Penentu 19 March 2026
    • Kasus Andrie Yunus Disorot, Akademisi UMSU Singgung Keamanan Negara 18 March 2026
    • Mahasiswa UMSU Juara MHQ Internasional, Ungkap Kunci Hafalan 17 March 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In