Peran pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan dibahas dalam kegiatan Obrolan Warung Kopi TVRI Live yang menghadirkan Wakil Bupati Tapanuli Selatan dan Kepala Bappeda Tapanuli Selatan sebagai narasumber di Kantor TVRI, Selasa (15/09/2026).
Wakil Bupati Tapanuli Selatan, H. Jafar Syahbuddin Ritonga, MBA., DBA., menyebut pemerintah daerah terus berupaya memulihkan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana pada 25 November 2025.
“Kan hari ini kami terus bekerja keras untuk membangkitkan kembali masyarakat kami, terutama ekonomi yang kemarin terdampak bencana yang luar biasa di 25 November 2025,” ujarnya.
Jafar mengatakan pertumbuhan ekonomi Tapanuli Selatan sempat turun dari lebih 5 persen menjadi 2,25 persen dan kini meningkat menjadi 3,75 persen. Ia menargetkan angka tersebut dapat kembali mencapai 5 persen.
“Beberapa bulan yang lalu naik 1%, sudah di angka 3,75%. Tapi ini masih rendah. Kami masih harus mendorong, me-push ini naik ke angka 5%,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Tapanuli Selatan, Ir. H. Chairul Rizal Lubis, St., MM., IPM., menyoroti Kopi Sipirok sebagai salah satu potensi ekonomi daerah. Ia mengatakan produksi, jumlah, dan kualitas kopi perlu dijaga agar memiliki daya tawar di pasar.
“Sadar bahwa kopi ini adalah sebuah tantangan tentang produksi dan produktivitas. Bagaimana punya nilai tawar kepada pembeli kopi yang berada dari luar? Tentu harus ada sebuah kepastian kuantitas dan kualitas hasil panen,” jelasnya.
Chairul juga menekankan konsistensi cita rasa untuk menjaga kepercayaan pembeli serta menyebut Kopi Sipirok telah memiliki Indikasi Geografis (IG).
“Kopi Tapanuli Selatan itu, kopi Sipirok, sudah ada IG-nya. Ada ciri khasnya. Ciri khasnya namanya Kopi Sipirok. Itu sudah terdaftar sehingga cita rasanya akan berbeda dengan kopi-kopi lainnya. Itu bisa membuat premium,” ungkapnya
Ia menambahkan, produksi yang konsisten diperlukan agar kebutuhan pasar dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
“Tapi dengan syarat tentu kami harus jaga produksinya, jumlahnya harus banyak. Karena kalau orang pesan tiba-tiba enggak ada. Hari ini pesan, besok enggak ada,” pungkasnya.
Tr: Halimah & Ilham



















