Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) membagikan pengalaman mengikuti program SEA Teacher di Filipina, Rabu (09/09/2026).
Program SEA Teacher menjadi wadah bagi mahasiswa pendidikan untuk mengembangkan kemampuan mengajar, komunikasi, adaptasi, dan bahasa Inggris sekaligus mengenal budaya serta sistem pendidikan negara lain.
Dwi Oktavianti, mahasiswa PGSD yang mengikuti SEA Teacher Batch 10 di Filipina, mengatakan program tersebut memberinya pengalaman berharga dalam mengasah kemampuan bahasa Inggris.
“This is very wonderful experience that cannot find it in everywhere. This is really precious and I can apply my English skills better,” ujar Dwi.
Ia juga menemukan perbedaan pola pembelajaran di Filipina yang menuntut guru lebih kreatif dalam menciptakan suasana belajar interaktif.
“In Philippines it just one schedule for everyday. Depends the teacher how they can creative it make it interactive,” jelasnya.
Sementara itu, Adinda Sari, mahasiswa PGSD sekaligus alumni kedua SEA Teacher, menyebut universitas dan fakultas memberikan pembekalan sebelum keberangkatan, termasuk wawancara dan pelatihan bahasa Inggris.
“Sebelum berangkat kita ada wawancara dulu buat lihat skill English kita gimana, terus kalau dirasa kurang kita bakal diajarin ngomong yang baik itu gimana,” ungkap Adinda.
Selama di Filipina, Adinda juga merasakan tantangan beradaptasi sebagai mahasiswa asing yang mendapat perhatian dari masyarakat setempat.
“Kita jadi pusat perhatian ya di luar, karena minor, when we are out people always looking at us,” tuturnya.
Tr : Zhafira




















