Akademisi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menekankan pentingnya literasi digital yang berlandaskan etika sebagai bekal generasi muda menghadapi perkembangan teknologi dalam Program Kupas Tuntas TVRI Sumatera Utara, Minggu (27/07/2026).
Akademisi UMSU, Corry Novrica AP Sinaga, S.Sos., M.A., mengatakan generasi muda memiliki peran strategis sebagai penghasil konten di era digital. Menurutnya, penguasaan teknologi perlu diimbangi dengan tanggung jawab moral agar pemanfaatannya tetap berada pada koridor yang tepat.
“Skill itu jika tidak diikuti dengan ethics, dia akan berbahaya. Benar ya. Jadi pintar dengan teknologi, tapi ternyata kontennya melanggar, ada panduan, melanggar agama, melanggar norma sosial di Indonesia,” ujarnya.
Beliau menjelaskan bahwa penyebaran informasi di ruang siber berlangsung secara global sehingga setiap konten yang diunggah berpotensi diakses masyarakat dari berbagai belahan dunia.
“Platform digital itu tidak mengenal, dia buta dan tuli. Dia tidak kenal negara karena tidak ada batasnya. Bung Azril bikin video di sini, Bung Azril upload ke platform digital, teman Bung Azril dari Alaska, dari Amerika Serikat bisa akses,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kreativitas di ruang digital tidak cukup hanya didukung kemampuan teknis, tetapi juga memerlukan tanggung jawab dalam setiap proses publikasi.
“Artinya, saya mau bikin konten yang tidak mesti Indonesia main. Nah, ini akan nanti bersinggungan antara skill dengan ethics. Nah, ini harus menjadi perhatian,” katanya.
Beliau menambahkan bahwa keberhasilan pendidikan karakter tidak dapat dibebankan kepada institusi pendidikan semata, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga dalam proses pendampingan anak.
“Jadi di kampus, di sekolah kita juga membina mahasiswa kita. Tapi kita harapkan juga orang tua di rumah tetap, meskipun ini perkembangan zaman, orang tua tetap orang tua yang akan membentuk pribadi anak itu nantinya. Parent should take a part,” tutupnya.
Tr. naomi





















