Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Teropong Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengunjungi Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara di Jalan Adinegoro, Medan, Jum’at (12/06/2026).
Sekretaris PWI Sumut, Sahat Rahmad Hamonangan Panggabean, menyebut pers mahasiswa memiliki peran penting dalam membangun budaya literasi dan melahirkan calon jurnalis yang profesional.
“Kami berterima kasih kepada keluarga besar Teropong yang hadir ke rumah besar kami. Semangat kritis mahasiswa harus terus dijaga, tetapi tetap berada dalam koridor aturan, norma, dan kode etik jurnalistik,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Hamonangan menjelaskan bahwa menjadi wartawan profesional harus memiliki kompetensi yang dibuktikan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Ia mengatakan UKW saat ini menjadi salah satu syarat bagi wartawan yang ingin bergabung dengan PWI.
“Apa langkah yang dilakukan untuk menyeleksi seseorang agar bisa menjadi wartawan? Saat ini ada yang namanya Uji Kompetensi Wartawan (UKW). UKW sekarang menjadi salah satu syarat untuk menjadi anggota PWI. Diuji terlebih dahulu, apakah ia berkompeten sebagai wartawan atau tidak?” paparnya.
Ia juga menegaskan, tidak semua wartawan merupakan anggota PWI. PWI hanya mewadahi wartawan yang telah memenuhi persyaratan dan standar kompetensi yang ditetapkan organisasi.
“Jangan kalian pikir wartawan itu PWI, enggak. Belum tentu semua wartawan itu anggota PWI,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Bidang Hukum dan Pembelaan Wartawan PWI Sumut, Amrizal, S.H., M.H., menekankan pentingnya prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. Menurutnya, setiap informasi harus diverifikasi dan dikonfirmasi agar tidak menimbulkan pelanggaran etika jurnalistik.
“Wartawan harus membuat berita yang berimbang dan berdasarkan fakta. Jangan hanya memperoleh satu sumber lalu langsung menjadikan opini,” pungkasnya.
Tr: Raihan Aqiila & ayu s




















