Sofyan Tan menekankan pentingnya budaya menulis di kalangan mahasiswa dalam diskusi Forum Alumni Teropong (FORMAT) UMSU, sekaligus menyoroti rendahnya tingkat literasi di Indonesia sebagai tantangan yang perlu diatasi, di Serayu Caffe’N Space, Sabtu (02/05/2026).
Ketua Forum Alumni Teropong, Rizky Heidy, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan tersebut terselenggara berkat kolaborasi dengan tokoh pendidikan, Dr. Sofyan Tan, M.B.A. Ia menjelaskan, forum ini merupakan wadah bagi mantan aktivis pers kampus yang kini berkiprah di berbagai media lokal maupun nasional.
“Kegiatan menulis ini berawal dari catatan harian di kampus atau di rumah, yang melalui konsistensi dapat berkembang menjadi sebuah buku,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Sofyan Tan menekankan bahwa menulis bukan sekadar merangkai kata, tetapi juga upaya merawat gagasan dan menjaga peradaban, sekaligus menyoroti rendahnya tingkat literasi di Indonesia yang masih tertinggal dibandingkan negara maju.
“Kenapa negara kita sulit maju meskipun diberkahi kekayaan alam yang luar biasa? Karena kita tidak membaca, sehingga kita tidak bisa menuliskan gagasan-gagasan besar,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, menulis membutuhkan kemampuan literasi yang kuat, termasuk proses investigasi dan penguasaan berbagai referensi.
“Penulis yang hebat adalah mereka yang mencari jejak kebenaran, mengumpulkan sumber-sumber otentik untuk menyusun karya yang bermakna,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sofyan Tan juga membagikan kisah inspiratif sebagai contoh bagaimana pengalaman hidup dapat menjadi kuat melalui tulisan berbasis riset, sekaligus diharapkan mendorong mahasiswa menjadikan menulis sebagai kebiasaan dan meningkatkan budaya literasi di kampus.
Tr: Offick




















