Teropongdaily, Medan-Dekatnya Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, pelaksanaan debat para Calon Presiden (Capres) kini semakin menjadi sorotan publik. Jum’at, (12/01/2024).
Banyaknya isu-isu yang beredar di kalangan masyarakat terkait pandangan akan masing-masing Pasangan Calon (Paslon) Capres, tak lepas dari pelaksanaan debat kedua yang disiarkan pada Minggu, 07 Januari 2024 kemarin. Tanggapan-tanggapan akan agenda saling serang dalam kampanye, yang dilakukan oleh masing-masing Paslon kian merambah ke permukaan.
Dr. Faisal, S.H., M.Hum., seorang Pengamat Politik di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), menanggapi isu saling serang personal yang dilakukan oleh Paslon dalam debat, ia menyebutkan bahwa sebenarnya kampanye dapat dilakukan dengan berbagai bentuk selama tidak ada unsur black champaign ataupun fitnah di dalamnya.
“Silahkan saja, sepanjang sasaran daripada kampanye itu untuk menunjukkan visi misi Program Kerja (Progja) yang mereka usung itu tersampaikan. Paling penting dalam kampanye ini harus ada rambu-rambu yang memang hal-hal yang di sampaikan, itu diluar konteks visi misi atau program yang mereka tawarkan dan tidak melakukan black champaign atau memfitnah dengan berbagai cara,” jelasnya.
Terkait pelaksanaan debat kedua yang di sebutkan menyerang personal salah satu pihak Capres pun, menjadi salah satu topik utama di kalangan masyarakat. Namun terkait hal tersebut, Faisal secara jelas menyampaikan bahwa yang terjadi pada debat masih termasuk ke dalam program debat yang telah di sediakan oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Saya memandang, debat Capres kedua kemarin itu masih dalam pandang visi misi dan konsep Progja. Hanya saja pendalaman-pendalaman yang kita lihat itu untuk mengkritisi program yang akan dan telah dijalankan mereka, saya tidak melihat kejatuhan lawan disitu,” ujarnya.
Ramainya perpecahan pandangan masyarakat setelah pelaksanaan debat beberapa waktu lalu pun, kini tak pula luput dari pihak-pihak tertentu yang justru menjadikan hal tersebut sebagai alat politik. Bagaimana beberapa respon masyarakat yang kini makin condong ke satu pihak atas dasar kasihan menjadi framing baru dalam kampanye salah satu Capres.
Lalu, Faisal juga menyampaikan kepada masyarakat, untuk tidak terlalu membesarkan hal-hal sepele dalam debat sepanjang tidak ditemukannya unsur kesengajaan untuk menjatuhkan lawan.
“Saran saya, jangan terlalu baper-baperan ini menjatuhkan. Sepanjang tidak memfitnah, sepanjang ini menggunakan data, jawab saja dengan data-data dan dengan argumentasi yang meyakinkan,” pungkasnya.
Tr : Choirun Annisa
Editor : Khofifah Aderti Mutiara
Sumber Foto : Berita 99.co Indonesia





















