Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) berhasil meraih juara dalam ajang “Driving Social Tech Innovation for Sustainable Future” yang digelar di Auditorium Gedung Damar (K) Telkom University.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Program Studi Teknologi Informasi UMSU, Fahmi Fadilah Purba, membawakan proyek bertajuk ‘SINAWISE: Sinabung Smart Volcanic Early Warning & Hybrid AIoT Evacuation Guidance System untuk Masyarakat Tangguh Darurat Desa Gung Pinto’.
“Inovasi ini merupakan sistem peringatan dini bencana erupsi gunung berapi yang menggabungkan teknologi AIoT dengan sistem panduan evakuasi pintar. Sistem ini dirancang untuk membantu masyarakat Desa Gung Pinto mendapatkan informasi kondisi gunung secara cepat, akurat, dan mudah dipahami,” ujarnya saat diwawancarai tim teropong pada Sabtu (23/05/2026).
Ia menjelaskan latar belakang pengembangan inovasi tersebut berangkat dari kondisi masyarakat di sekitar kawasan Gunung Sinabung yang masih memiliki risiko tinggi terhadap bencana erupsi.
“Banyak masyarakat yang terkadang terlambat mendapatkan informasi atau masih kebingungan menentukan langkah evakuasi ketika situasi darurat terjadi. Dari situ kami berpikir bahwa teknologi seharusnya bisa menjadi solusi yang lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.
Menurut Fahmi, tantangan terbesar selama pengembangan inovasi adalah menyesuaikan teknologi dengan kondisi lingkungan desa serta kebutuhan masyarakat setempat.
“Kami harus menyesuaikan teknologi dengan kondisi lingkungan desa, mulai dari jaringan, sumber daya, hingga kebutuhan masyarakat setempat,” ungkapnya.
Ke depan, Fahmi berharap inovasi SINAWISE dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan di daerah rawan bencana lainnya di Indonesia.
“Kami juga berharap sistem ini bisa dikolaborasikan dengan pemerintah daerah maupun pihak terkait agar manfaatnya semakin besar bagi masyarakat,” pungkasnya.
Tr: Adimas





















