Halo Sobat Pong-pong!
Pernah dengar istilah Tone Deaf?
Istilah ini bukan sekadar soal kemampuan musik, tapi juga sebuah metafora yang sering dipakai dalam konteks sosial dan politik.
Tone Deaf berarti tidak mampu mendengar atau memahami nada dan kebutuhan yang sesungguhnya, sehingga sering salah langkah atau gagal merespon dengan tepat.
Mahasiswa semester V, Program Studi Ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Niken Putri, menilai sikap tone deaf kerap muncul ketika suara kecil dari masyarakat diabaikan begitu saja.
“Kalau kita menganggap remeh bentuk perlawanan sekecil apapun, itu justru berbahaya. Karena bisa saja dari situlah muncul perubahan besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, menghargai dan merespon suara-suara kecil adalah langkah penting untuk membangun dialog yang sehat dan membuka jalan bagi keadilan.
“Kalau kita salah jadi tone deaf di tengah orang-orang yang sedang berjuang, kita bisa kehilangan kesempatan untuk membangun perubahan nyata,” ungkapnya.



Tr: intan Nur’aini






















