Mahasiswa asal Filipina yang mengikuti program pertukaran di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) membagikan pengalaman beradaptasi dengan lingkungan akademik dan budaya baru di kampus, Kamis (09/04/2026).
Mahasiswa program Science Education, Jamaica Pagurayan, mengungkapkan bahwa keputusannya memilih UMSU didasari oleh keinginan untuk merasakan sistem pendidikan dan budaya yang berbeda.
“Saya memilih UMSU karena ingin merasakan sistem pendidikan yang berbeda serta lingkungan baru. Di sini saya bisa berkembang, tidak hanya secara akademik tetapi juga dalam pengalaman mengajar,” ungkapnya.
Jamaica menjelaskan perbedaan sistem pendidikan antara Filipina dan Indonesia, khususnya terkait biaya pendidikan.
“Di kampus saya di Filipina, biaya kuliah ditanggung pemerintah melalui program UNIFAST. Jadi, merasakan sistem yang berbeda di sini menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga,” jelasnya.
Sementara itu, mahasiswa asal Filipina lainnya, Joana Lee dari program Social Education, mengaku mengalami kendala dalam memahami bahasa pengantar selama perkuliahan.
“Awalnya cukup sulit karena bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia. Tapi saya mencoba beradaptasi dengan mendengarkan dengan baik, bertanya, dan menggunakan alat penerjemah,” tuturnya.
Joana juga menyampaikan bahwa proses adaptasi tersebut membantunya semakin terbiasa mengikuti perkuliahan dan diskusi di kelas.
“Seiring waktu saya mulai terbiasa dan lebih memahami materi yang disampaikan dosen,” ujarnya.
Tr: Ilham





















