Teropongdaily, Medan-Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Teropong Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengunjungi Harian Mistar untuk mempelajari proses produksi berita serta keseimbangan kuantitas dan kualitas jurnalistik, Jumat (24/10/2025).
Dalam kunjungan tersebut, tim Teropong disambut hangat oleh jajaran redaksi Harian Mistar. Mereka berbagi pengalaman seputar proses produksi berita, mulai dari tahap pencarian informasi, penulisan naskah, hingga penyuntingan dan publikasi.
Garis besar pembelajaran yang disampaikan pihak Harian Mistar adalah pentingnya menjaga keseimbangan antara kuantitas dan kualitas dalam dunia jurnalistik.
Pimpinan Redaksi Harian Mistar, Rika Suartiningsih, menegaskan bahwa seorang jurnalis tidak hanya dituntut untuk produktif dalam menghasilkan berita, tetapi juga harus memastikan setiap karya yang diterbitkan memiliki nilai, ketepatan, dan akurasi yang tinggi.
“Kuantitas memang penting untuk menjaga ritme kerja media, tapi kualitas adalah hal yang membuat media tetap dipercaya. Jurnalis harus bisa menulis banyak tanpa mengorbankan kebenaran dan kedalaman berita,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa di redaksi mereka tidak ada pemilihan berita tertentu yang dianggap lebih penting dari yang lain. Semua berita dijalankan dan diproses dengan serius sesuai nilai berita dan kebutuhan pembaca.
“Di Harian Mistar tidak ada istilah berita besar atau kecil. Semua berita kami garap. Selama itu fakta dan layak dipublikasikan, ya langsung digas,” tambahnya.
Selain itu, Rika juga menjelaskan bagaimana profesionalisme diterapkan di Harian Mistar.
“Di sini kami dibiasakan untuk profesional, mulai dari wartawan lapangan yang sigap mencari informasi, koordinator liputan (korlip) yang memastikan berita tersusun rapi dan sesuai kaidah jurnalistik, hingga redaktur yang mengedit naskah dengan cermat sebelum dipublikasikan. Semua elemen bekerja selaras untuk menjaga kredibilitas dan kualitas berita,” katanya.
Terakhir, ia menuturkan bahwa dalam praktik penulisannya, redaksi Harian Mistar tetap berpegang pada rumus dasar jurnalistik 5W+1H (what, who, when, where, why, dan how). Namun, mereka lebih menekankan pada unsur why dan how, karena kedua aspek tersebut dinilai mampu membuat berita lebih menarik dan bermakna bagi pembaca.
“Kami tetap berpedoman pada 5W+1H, tapi di Harian Mistar kami lebih menonjolkan how dan why-nya. Itu yang membuat berita kami punya daya tarik, apalagi karena kami banyak menulis tentang peristiwa yang dekat dengan masyarakat,” pungkasnya.
Tr: Novita Sari






















