Teropongdaily, Medan-Letusan gunung Toba merupakan letusan supervulcano terbesar selama dua juta tahun terakhir. Letusan supervulcano Toba menyimpan keunikan geologi (geodiversity) berupa kaldera volcano tektonik terbesar di dunia, yang dikenal sebagai Danau Toba.
Kaldera Toba memiliki keunikan geologi sebagai geological park (geopark). Selain itu, Kaldera Toba juga memiliki keunikan seperti keunikan hayati (biodiversity) dan budaya (culturaldiversity).
Kaldera Toba yang terbentuk dari ledakan supervulcano 74.000 tahun yang lalu, memiliki dasar yang sepenuhnya air, sehingga menciptakan danau terbesar di Indonesia. Keindahan Kaldera Toba dengan kekayaan budaya masyarakat tepiannya menjadikan Danau Toba sebagai salah satu tempat wisata di wilayah Sumatera Utara (Sumut).
Pada 20 Juli 2020, Kaldera Toba ditetapkan sebagai global geopark oleh Dewan Eksekutif The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) di Paris, Prancis. Kaldera Toba berhasil masuk ke dalam daftar 16 UNESCO global geopark council pada konferensi internasional UNESCO ke-IV di Lombok, Indonesia, pada 31 Agustus–2 September 2019.
Proses persiapan memperoleh pengakuan UNESCO terhadap Kaldera Toba menunjukkan komitmen besar dan kerja sama yang baik, dari seluruh pihak di Indonesia. Pemerintah Indonesia berhasil meyakinkan UNESCO, bahwa Kaldera Toba memiliki hubungan geologi dan warisan tradisional yang kuat dengan masyarakat lokal, terutama dalam hal budaya dan keanekaragaman hayati.
Geopark Kaldera Toba meliputi tujuh Kabupaten yaitu Tapanuli Utara, Toba Samosir, Simalungun, Karo, Dairi, Humbang Husundutan dan Samosir.
Status Kaldera Toba Sebagai UNESCO Global Geopark Mendapatkan Kartu Kuning
Pada 31 Agustus-4 September 2023, UNESCO memberikan kartu kuning setalah tim penilai berkunjung ke Kaldera Toba. Pemerintah Indonesia dinilai kurang aksi dalam mempromosikan Kaldera Toba.
Kartu kuning UNESCO membatasi pembaruan setiap empat tahun untuk status Kaldera Toba sebagai geopark. Jika tidak ada perbaikan, status Kaldera Toba akan dicabut, dan status Kaldera Toba sebagai UNESCO geopark hingga Juli 2024.
Tr : Muthi’ Nur Hanifah
Editor : Khofifah Aderti Mutiara
Sumber : Jurnal Pengaruh Geopark Kaldera Toba Terhadap Pendapatan Masyarakat dan Pelaku Ekonomi di Kabupaten Toba Samosir dan Laman Voice of Amerika Indonesia.
Sumber foto : @sakuralee2015




















