Teropongdaily, Medan-Cacar monyet adalah infeksi virus yang bisa dikenali dengan timbulnya bintik bernanah di kulit. Infeksi monkeypox atau cacar monyet biasa ditemukan di Afrika Barat dan Tengah. Namun belakangan, kasus penyakit ini juga teridentifikasi di beberapa negara, seperti Inggris, Amerika Serikat, Spanyol, dan Portugal.
Cacar monyet merupakan penyakit menular yang dapat menginfeksi dari orang ke orang, tetapi sumber utamanya primata dan hewan pengerat, seperti monyet, tikus, dan tupai yang terinfeksi. Meski dapat menyebabkan gejala yang parah, penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya.
Awalnya, penularan cacar monyet terjadi dari hewan ke manusia melalui cakaran atau gigitan hewan yang terinfeksi virus monkeypox. Kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi juga dapat membuat seseorang tertular penyakit ini.
Tidak hanya itu, penularan juga dapat terjadi melalui benda yang terkontaminasi, misalnya pakaian. Namun, penularan antarmanusia sifatnya terbatas dan butuh kontak yang lama.
Cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox yang menyebar lewat percikan air liur yang masuk melalui mulut, mata, atau luka di permukaan kulit.
Hingga kini, belum ada pengobatan untuk cacar monyet. Penyakit ini akan sembuh sendiri berkat sistem kekebalan tubuh manusia. Namun, pengobatan tetap dilakukan untuk meredakan gejala yang muncul.
Sebanyak 1 dari 10 pengidap cacar monyet berisiko meninggal dunia. Oleh sebab itu, pasien perlu dirawat di ruang isolasi untuk mendapat pemantauan langsung dari dokter dan mencegah penularan penyakit.
Tr : Neni Inovia





















