Teropongdaily, Medan-Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melanjutkan aksi kemanusiaan di wilayah terdampak banjir Kabupaten Langkat dengan menebar kepedulian lintas iman, Minggu (04/01/2026).
Pada hari ketiga kegiatan, Tim PKM UMSU menyasar Dusun Sukaramai Bengkel, Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, dengan pusat kegiatan di Gereja Katolik Sukaramai. Di lokasi tersebut, tim memberikan berbagai bentuk bantuan dan layanan kepada warga tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun usia.
Ketua Tim PKM UMSU, dr. Eka Febriyanti, M.Gizi, menegaskan bahwa kegiatan pengabdian ini berlandaskan nilai kemanusiaan universal, terlebih dalam situasi bencana.
“Dalam kondisi bencana, yang paling utama adalah kemanusiaan. Kami hadir untuk semua warga yang membutuhkan, tanpa melihat latar belakang apa pun,” ujarnya.
Berbagai kegiatan dilakukan dalam aksi kemanusiaan tersebut, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis hingga pembagian kebutuhan dasar. Bantuan yang disalurkan meliputi perlengkapan khusus perempuan, kebutuhan bayi, selimut, sarung, serta kelambu yang sangat dibutuhkan warga pascabanjir.
“Banyak warga kehilangan perlengkapan rumah tangga akibat banjir. Karena itu, bantuan kami sesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan,” jelas dr. Eka.
Selain bantuan fisik dan layanan medis, Tim PKM UMSU juga memberikan pendampingan psikososial melalui terapi healing yang dibawakan oleh mahasiswa. Kegiatan ini dikemas secara humanis dan edukatif, serta dilengkapi beragam permainan untuk anak-anak guna membantu memulihkan trauma psikologis pascabencana.
Salah seorang warga Dusun Sukaramai Bengkel, Toni Kolas Sihaloho (58), mengungkapkan rasa terharu dan terima kasih atas kepedulian yang diberikan Tim PKM UMSU.
“Kami benar-benar tidak menyangka akan mendapat perhatian sebesar ini. Bantuan yang diberikan sangat kami butuhkan, bukan hanya soal kesehatan dan kebutuhan sehari-hari, tapi juga perhatian untuk anak-anak kami,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran tim di Gereja Katolik Sukaramai menjadi simbol kuat persaudaraan dan kebersamaan di tengah situasi sulit.
“UMSU datang tanpa melihat perbedaan. Kami merasa dihargai dan tidak sendirian. Ini bukti bahwa kemanusiaan lebih tinggi dari perbedaan apa pun,” tuturnya.
Melalui rangkaian kegiatan di Dusun Sukaramai Bengkel, Tim PKM UMSU tidak hanya menyalurkan bantuan dan layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat pesan solidaritas lintas iman sebagai fondasi penting dalam proses pemulihan masyarakat pascabencana.
Tr: Anggi Nihma






















