Halo Sobat Pong-pong!
Tahukah kamu? Fenomena fatherless, yakni ketidakhadiran sosok ayah secara fisik maupun emosional dalam pola asuh anak. Bukan sekadar istilah, tapi realitas yang punya dampak serius bagi perkembangan psikologis seseorang.
Data BPS menunjukkan hanya 37,17% anak diasuh oleh kedua orang tua, fenomena ini berdampak signifikan pada kesehatan mental generasi muda.
Menanggapi fenomena tersebut, dilansir dari website RS Ernaldi Bahar, Psikolog Klinis, Danang Setyo Budi Baskoro, menjelaskan bahwa ketidakhadiran ayah bukan hanya soal figur yang hilang, tetapi juga proses pembentukan emosi yang terhambat.
“Anak yang tumbuh tanpa peran ayah berisiko mengalami kesulitan mengendalikan emosi, kurang percaya diri, serta lemah dalam pengambilan keputusan,” ungkap Danang Setyo Budi Baskoro.
Ia menambahkan bahwa peran ayah sangat penting dalam membangun ketegasan dan ketahanan mental anak sejak dini.
“Ayah berperan membentuk mental yang berani, mandiri, dan mampu menghadapi masalah. Jika peran ini tidak hadir, anak akan berjuang lebih keras untuk membentuknya saat dewasa,” jelasnya.
Meski begitu, kondisi fatherless bukan akhir segalanya. Dengan dukungan lingkungan, pendidikan, dan proses penerimaan diri, banyak individu justru tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh dan mandiri.



Tr: Dinda Aulia






















