Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menetapkan 297 mahasiswa sebagai lulusan dalam Yudisium Periode II Tahun 2026.
Dalam laporannya, Dekan FIKTI, Assoc. Prof. Dr. Al-Khawarizmi, S.Kom., M.Kom. menyebut angka kelulusan tepat waktu telah melampaui 80 persen jika digabung dengan periode pertama.
Ia juga menanggapi sejumlah keluhan terhadap pelaksanaan perkuliahan, mulai dari jadwal kuliah yang tidak menentu, dosen yang sulit dihubungi, hingga penggabungan kelas.
“Ada kejenuhan memang. Kejenuhan itu insyaallah kita coba mengubahnya dengan cara mengganti sistem rombel,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).
Ia turut menyoroti perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang menghadirkan tantangan bagi lulusan bidang komputer.
“Tantangan ke depan itu berat. Mungkin saja kita ke depan bakal disaingi oleh aplikasi yang kita buat,” katanya.
Meski demikian, ia menilai lulusan FIKTI UMSU memiliki peluang untuk bersaing di tingkat global. Ia menyebut salah satu peserta yudisium telah diterima bekerja di perusahaan teknologi kesehatan asal Swiss yang berkantor di Malaysia, dan tengah menjajaki peluang magang dan kuliah internasional di China, meskipun masih menghadapi kendala kemampuan bahasa Mandarin.
“Saya yakin mahasiswa FIKTI UMSU itu sanggup bersaing secara global,” tuturnya.
Terakhir, ia mengingatkan para lulusan untuk menjaga nama baik almamater serta menegaskan bahwa hubungan antara mahasiswa dan kampus tidak berakhir setelah kelulusan.
“Tidak ada istilah mantan mahasiswa. Tidak ada istilah mantan dosen. Kami tetap akan terus membimbing kalian jika diperlukan,” pungkasnya.
Tr: Dimas, Nisa





















