Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Marie Elka Pangestu meminta pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem akibat fenomena El Niño, Rabu (21/10/2026).
Dikutip dari Kompas.com, Marie menyarankan pemanfaatan data dan prakiraan cuaca untuk memetakan wilayah rawan kekeringan dan banjir sebagai dasar penentuan langkah antisipasi.
“Kita sarankan menggunakan data dengan baik untuk mengidentifikasi titik-titik yang akan mengalami kekeringan dan di situ harus ada antisipasi dari segi pompa, penggunaan pompa yang tepat, kapan harus tanam, mungkin harus ditunda misalnya karena kekeringan dan juga mengantisipasi banjir dan kemungkinan dampak bencana,” ungkap Marie.
Selain itu, DEN merekomendasikan penyediaan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap, khususnya di Kalimantan dan sejumlah wilayah Sumatera.
“Tapi kita juga memberi saran untuk melakukan pelayanan kesehatan di tempat-tempat yang paling terkena yaitu tiga provinsi di Kalimantan, Sumsel, Jambi, dan Riau,” ungkap Marie.
Dalam aspek ketahanan pangan, DEN mendorong pemerintah menjamin ketersediaan cadangan beras dan mengendalikan harga pangan melalui langkah antisipasi terhadap dampak El Niño.
“Dan terutama mengenai pangan, ini sangat penting untuk menjaga harga pangan dan kesediaan pangan dengan menjaga stok cadangan pangan, terutama beras,” kata Marie.
Marie turut menyoroti perlunya pengaturan distribusi pangan dan pelaksanaan operasi pasar untuk mengantisipasi lonjakan harga.
“Dan melakukan distribusi yang tepat dan melakukan operasi pasar bila mana diperlukan. Karena hampir semua insiden El Nino itu pasti dibarengi dengan kenaikan harga pangan. Dan ini sesuatu yang harus benar-benar kita antisipasi,” tegasnya.
TR: Savira





















