Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengikuti perkuliahan secara daring pada hari pertama menyusul kondisi kabut asap di Medan, Senin (19/10/2026).
Aktivitas perkuliahan di UMSU dilaksanakan secara daring sebagai penyesuaian terhadap kondisi kabut asap yang terjadi di Medan. Perubahan metode pembelajaran ini dilakukan agar kegiatan akademik tetap berjalan di tengah kondisi tersebut.
mahasiswi semester VII Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMSU, Anggi Muthia, mengatakan bahwa perkuliahan daring menjadi alternatif untuk tetap mengikuti kegiatan akademik tanpa harus datang langsung ke kampus.
“Menurut saya, perkuliahan daring ini menjadi langkah yang cukup baik dalam kondisi seperti sekarang. Jadi, kami tetap bisa mengikuti perkuliahan meskipun tidak hadir langsung di kampus,” ujarnya.
Ia menambahkan, perubahan metode pembelajaran tersebut membutuhkan penyesuaian, terutama dalam menjaga konsentrasi dan memastikan materi yang disampaikan dosen dapat dipahami dengan baik.
“Kalau kuliah daring, kami harus lebih fokus dan bisa mengatur waktu sendiri. Tantangannya terkadang ada pada jaringan internet dan suasana belajar di rumah,” katanya.
Anggi juga menilai bahwa komunikasi antara dosen dan mahasiswa tetap menjadi hal penting selama perkuliahan berlangsung secara daring.
“Walaupun kuliah dari rumah, komunikasi dengan dosen tetap harus berjalan dengan baik. Kalau ada materi yang kurang dipahami, hp kami harus aktif bertanya supaya tidak tertinggal,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap kondisi kabut asap di Medan segera membaik sehingga aktivitas perkuliahan dapat kembali berjalan normal dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kesehatan mahasiswa.
“Harapannya, kondisi segera membaik dan kami bisa kembali kuliah seperti biasa. Untuk sekarang, yang penting tetap mengikuti perkuliahan dengan baik dan menjaga kesehatan,” tutupnya.
Tr: pimred



















