Keberhasilan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) meraih Juara III Cabang Lomba Monolog pada ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Sumatera Utara 2026 menjadi motivasi untuk terus menghidupkan sastra melalui seni pertunjukan, Minggu (26/07/2026).
Mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia semester 8, Mutiara Pramudya Putri, mengaku pencapaian tersebut semakin menguatkan tekadnya untuk terus mengasah kemampuan sekaligus menekuni bidang seni pertunjukan dan sastra.
āMelalui monolog, saya belajar memahami kehidupan dari berbagai sudut pandang, melatih empati, dan menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan. Jadi, Juara 3 ini menjadi pengingat bahwa kecintaan saya terhadap sastra berada di jalan yang tepat, sekaligus menjadi motivasi saya untuk terus belajar dan bisa lebih baik,ā ujarnya.
Ia mengatakan, keikutsertaannya dalam PEKSIMIDA menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan yang selama ini dibangun melalui berbagai pengalaman tampil di lingkungan kampus.
āYang membuat saya tertarik mengikuti kompetisi ini berawal dari pengalaman saya yang cukup sering tampil dalam berbagai pementasan di lingkungan kampus. Namun, selama masa perkuliahan, saya belum pernah mengikuti perlombaan monolog. Karena itu, saya ingin menguji kemampuan diri di ranah kompetisi,ā katanya.
Baginya, mengikuti PEKSIMIDA memberikan pengalaman yang memperkaya proses berkesenian sekaligus memperluas jejaring dengan mahasiswa yang memiliki minat serupa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Utara.
āMomen yang paling berkesan bagi saya adalah kesempatan untuk tampil bersama para mahasiswa yang memiliki potensi besar di bidang monolog dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Utara. Berada di tengah mereka merupakan pengalaman yang sangat berarti karena saya tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar, saling mengapresiasi, dan melihat begitu besarnya semangat generasi muda dalam menghidupkan karya sastra melalui seni pertunjukan,ā ungkapnya.
Mutiara mengatakan keberaniannya mengikuti kompetisi tersebut lahir dari dorongan dan kepercayaan yang diberikan oleh pihak fakultas, program studi, dosen, serta rekan-rekannya selama proses persiapan.
āBerawal dari dorongan Dekanat FKIP UMSU, serta Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia serta dosen-dosen yang meyakinkan saya untuk mengikuti lomba ini, saya akhirnya berani mengambil kesempatan tersebut. Saya juga bersyukur memiliki teman-teman yang selalu hadir memberikan bantuan, masukan, dan semangat,ā jelasnya.
Ke depan, Mutiara berharap dapat terus membawa kecintaannya terhadap sastra ke dunia pendidikan. Ia juga mengajak mahasiswa UMSU untuk lebih mencintai sastra sebagai ruang belajar yang mampu membentuk empati, keberanian, dan karakter.
āKe depannya, karena saya akan segera menyelesaikan studi, saya ingin terus membawa kecintaan saya terhadap sastra ke dunia pendidikan. Saya berharap dapat mengenalkan monolog kepada para siswa sebagai salah satu bentuk apresiasi sastra yang tidak hanya melatih kemampuan berbicara, juga menumbuhkan empati, kepercayaan diri, dan keberanian dalam mengekspresikan seni,ā pungkasnya.
Tr : firza





















