Konten eksklusif dinilai menjadi kunci agar media kampus mampu bertahan di tengah persaingan digital. Gagasan tersebut mengemuka dalam webinar yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama Analisa Daily dan Teras.id, Kamis (02/07/2026).
Wakil Pemimpin Redaksi Analisa Daily, Nirwansyah Sukartara, S.H., M.Kn., mengatakan media kampus perlu mengubah pola pemberitaan yang hanya mengikuti arus informasi. Menurutnya, media harus mampu menghadirkan karya jurnalistik yang memiliki nilai berita (news value) tinggi sehingga memiliki nilai lebih di mata pembaca.
“Yang menjadi tugas kita ke depan adalah menyajikan berita-berita yang memiliki news value yang bagus,” ujar Nirwansyah.
Ia menjelaskan, kualitas sebuah berita menjadi faktor penting dalam menarik perhatian pembaca. Semakin tinggi nilai berita yang dihasilkan, semakin besar peluang media membangun kepercayaan sekaligus memperoleh dukungan dari audiens.
“Ketika berita itu eksklusif dan tidak ada di media lain, masyarakat akan mau membayar untuk mengaksesnya,” katanya.
Nirwansyah menambahkan, media tidak cukup hanya menyajikan informasi yang sama dengan media lain. Menurutnya, media perlu menghadirkan liputan mendalam (in-depth reporting) maupun investigasi yang mampu memberikan informasi baru dan relevan bagi masyarakat.
“Kalau hanya menyajikan berita yang juga ada di media lain, pembaca akan bertanya, kenapa harus membayar? Karena itu, media harus menawarkan informasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menilai media kampus memiliki peluang besar menghasilkan karya jurnalistik eksklusif karena lebih memahami berbagai persoalan di lingkungan perguruan tinggi dibandingkan media arus utama. Potensi tersebut, menurutnya, dapat menjadi modal untuk membangun media yang mandiri secara finansial melalui konten berkualitas.
“Media kampus lebih mengetahui informasi yang tidak dimiliki media mainstream. Itu bisa diolah menjadi laporan mendalam yang bernilai bagi pembaca. Kalau teman-teman berhasil membuat satu berita dengan news value yang bagus setiap bulan dan mampu memasarkannya kepada pembaca, itu sudah menjadi langkah untuk membangun media yang mandiri,” pungkasnya.
Tr: Halimah




















