Teropongdaily, Medan-Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menjalin kerjasama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dirangkaikan dengan Kuliah Umum Di Auditorium UMSU, Rabu (26/11/2025).
Kuliah Umum ini mengusung tema  ‘Pengelolaan Fiskal Nasional dan Implementasi APBN di Sumatera Utara’ yang dihadiri oleh Ketua DJPb beserta jajaran, Wakil Rektor I UMSU, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), narasumber kuliah umum, serta para Ketua dan Sekretaris Program Studi di lingkungan FEB UMSU.
Dekan FEB UMSU, Dr. Radiman, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyoroti perubahan dinamika ekonomi nasional pasca pergantian pemerintahan yang tengah menjadi perhatian publik.
“Salah satu yang kita dengar belakangan ini misalnya adanya kebijakan tentang penempatan dana publikasi, penempatan dana di Bank Indonesia sebesar 200 triliun yang diminta oleh Menteri untuk disalurkan ke bank-bank BUMN. Ini merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh generasi muda kita terutama mahasiswa, karena mereka yang sedang mencari jati diri mereka masing-masing,” ujarnya.
Wakil Rektor I UMSU, Prof. Dr. Muhammad Arifin, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa kerja sama ini harus berdampak nyata bagi kedua institusi.
“MoU ini tidak hanya di atas kertas, tetapi harus memberikan implikasi yang dirasakan bersama untuk pengembangan institusi dan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatra Utara, Indra Soeparjanto, SE., MAP., menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai pondasi pembangunan ekonomi. Ia berharap kerja sama ini dapat memperkuat sinergi dan membuka akses informasi bagi mahasiswa.
“Harapannya, SDM kita mampu memahami dan mengelola kebijakan fiskal secara lebih baik,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa target Indonesia Maju 2045 yang kreatif dan mampu mengambil peran strategis di berbagai sektor pembangunan.
“Untuk dapat mewujudkan optimisme Indonesia Maju 2045, generasi mahasiswa hari ini adalah mereka yang akan melanjutkan nomor pembangunan ke depan. Generasi kreatif yang di tahun 2030–2040 akan mengisi lapangan kerja serta meneruskan cita-cita pembangunan yang sama-sama kita perjuangkan,” pungkasnya.
Tr : Nashwa Sabillah





















