Halo, Sobat Pong-pong!
Pernah dengar istilah spiritual awakening? Banyak orang menyebutnya sebagai momen kesadaran, ketika hidup terasa bukan sekadar rutinitas, melainkan memiliki makna yang lebih dalam.
Menurut Mahasiswi semester VII Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Reisya Shabilla, spiritual awakening bisa hadir dalam kehidupan sehari-hari, bahkan di bangku kuliah.
“Misalnya, ketika menghadapi kesulitan kuliah atau masalah pribadi, sering muncul kesadaran bahwa nilai akademik bukanlah segalanya. Dari situ kita belajar lebih sabar, ikhlas, dan menyadari bahwa proses belajar juga tentang membentuk diri, bukan hanya mengejar nilai. Itu bisa menjadi bentuk awakening kecil,” jelasnya.
Reisya juga menuturkan bahwa kesadaran spiritual memberi pengaruh besar terhadap cara belajar.
“Belajar jadi lebih bermakna. Bukan hanya untuk lulus atau meraih gelar, tetapi juga untuk memahami diri, memberi manfaat, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Jadi, setiap materi kuliah bisa dipandang sebagai kesempatan untuk berkembang, bukan sekadar kewajiban,” ujarnya.
Selain itu, ia menyinggung perasaan hampa atau kehilangan arah yang kerap dialami mahasiswa.
“Perasaan kosong atau kehilangan arah itu wajar, karena menjadi tanda bahwa kita sedang mencari makna. Jangan merasa sendirian, tetaplah terbuka untuk belajar dari pengalaman hidup, teman, maupun doa. Ingat, setiap orang punya perjalanan unik, jadi nikmati prosesnya,” pungkasnya.



Tr: Anggi Nihma






















