Teropongdaily, Medan-Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar kuliah umum bertema “Synergies for a Food-Secure Future”, membahas potensi gandum dan sorgum untuk ketahanan pangan nasional, di Auditorium UMSU, Kamis (15/05/2025).
Pemateri sekaligus dosen Fakultas Pertanian (Faperta) UMSU, Assoc. Prof. Dr. Dafni Mawar Tarigan dalam kesempatan tersebut menyampaikan beberapa alasan pentingnya membudidayakan gandum di Indonesia.
“Pola konsumsi masyarakat kita saat ini yang berbahan dasar gandum, seperti mie, roti, kue, dan biskuit telah menjadi makanan pokok kedua setelah nasi. Impor gandum pada tahun 2024 mencapai lebih dari 12,1 juta ton. Padahal, potensi lahan untuk budidaya gandum di Indonesia cukup luas,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan sejumlah tantangan dalam membudidayakan gandum secara lokal.
“Tantangan pertama adalah tidak adanya jaminan pasar akan menerima gandum lokal. Kedua, ketersediaan benih sangat terbatas, begitu juga dengan alat-alat panen dan sarana lainnya. Sementara, kita sangat membutuhkan gandum ini untuk pembuatan tepung,” jelas Dafni.
Selain gandum, kuliah umum ini juga membahas potensi sorgum sebagai tanaman multifungsi.
“Selain bijinya bisa dimanfaatkan untuk pangan, seluruh bagian tanaman sorgum juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun bahan mentah,” lanjutnya.
Sebagai penutup, Dafni memaparkan perbandingan kandungan karbohidrat antara beberapa bahan pangan.
“Kita lihat antara gula, nasi dan gandum dari sisi karbohidrat, 23 gram nasi mengandung 28,9 gram karbohidrat, 23 gram gula mengandung 78,9 gram karbohidrat. Sorghum dan gandum dapat menjadi alternatif pangan yang lebih beragam,” pungkasnya.
Tr: Adimas Dwipangga




















