Teropongdaily, Medan-Tak mudah menghadapi tantangan di era global. Banyaknya anak muda dalam kelompok Gen-Z dan milenial membuat mereka berkompetisi satu sama lain. Untuk memperebutkan dunia kerja juga harus bersaing ketat.
Perubahan ini terjadi di berbagai aspek seperti perubahan iklim, perubahan demografi dengan hadirnya generasi penerus yang kian adaptif dengan kemajuan teknologi, pergeseran kekuatan ekonomi global ke Asia hingga guncangan alami seperti pandemi Covid-19. Setelah lulus wisuda, mereka dituntut bersaing terjun ke dunia karir atau industri kerja.
“Kemauan dan kesiapan menghadapi pergolakan fundamental menjadi faktor penentu bagaimana umat manusia mampu bertahan hidup mengikuti perkembangan maupun menjawab tantangan perubahan zaman yang semakin pesat,” kata Wakil Ketua Yayasan Prasetiya Mulya Edwin Soeryadjaya kepada wartawan baru-baru ini.
Berikut tips bagi anak muda agar dapat berinovasi dan bersaing di era global :
- Mampu Berinovasi
Peluang bisnis muncul karena adanya demand. Manusia diberkati sumber daya alam yang bisa menjadi supply guna memenuhi kebutuhan pasar, ditopang dengan ilmu dari para pendahulu sehingga mampu menciptakan sebuah inovasi bisnis.
“Maka dibutuhkan inovasi lain. Misalnya bisnis sirkuler,” jelas Direktur Utama PT Sumi Asih Alexius Darmadi K.
Alexius memberi contoh pada 2021, Indonesia menghasilkan 65 juta ton sampah dan lebih dari 50 persen adalah sampah bersifat organik. Inovasi bisnis sirkular mengkonversi sampah menjadi sebuah sumber daya baru yang bernilai sehingga memberikan solusi baru bagi perkembangan bisnis.
“Hasil dari efek domino ini tentu membutuhkan jangka panjang, untuk itu estafet ini kami serahkan kepada para wisudawan untuk terus melanjutkan inovasi bisnis kedepannya,” jelasnya.
- Mampu Beradaptasi
Vincentius Christopher Calvin selaku Lulusan School of Applied Science, Technology, Engineering and Mathematics Program S-1 Business Mathematics dengan penghargaan Pharos Award for Best Business Mathematics Graduate, Best Academic in Program dan Best of LEAMICA (Leadership, Enterpreneurship, Analythical Thinking, Maturity, Interpersonal Relationship, Communication and Achievement) mengungkapkan pandemi telah menjadi bagian dari masa perkuliahan selama empat tahun. Kondisi penuh tantangan ini memberikan skill untuk mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri.
“Kita harus bisa beradaptasi dan menyesuaikan diri,” ucapnya.
- Keluar dari Zona Nyaman
Setelah pandemi, terbukti populasi telah melalui empat tahun yang luar biasa dan penuh pembelajaran, di mana kita berani untuk keluar dari zona nyaman untuk mampu belajar, berproses dan bertumbuh menjadi insan yang kian paripurna. Ketika kita mengalami situasi sulit di masa mendatang, pasti ada peluang mengalahkan masa sulit tersebut.
- Tetap Junjung Etika
Anak muda harus tetap mengedepankan moral dan etika. Dalam setiap situasi apapun termasuk berkarir harus mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
“Di manapun berada, jadilah warga yang baik, dalam kehidupan profesi maupun bermasyarakat, menjunjung nilai-nilai dasar kemanusiaan, kaidah-kaidah profesi dan pancasila sehingga bisa mampu memberikan kontribusi dan pelayanan terbaik bagi kemajuan manusia,” tutup Rektor Universitas Prasetiya Mulya Djisman S. Simandjuntak.
Tr : Annisah Khairiyah
Sumber : Jawapos.com
Editor : Restu Adiningsih






















