UMSU Press menggelar kegiatan Launching dan Bedah Buku novel Farida Perempuan Langit karya Melati Gultom, S.Pd., M.Pd., di China Corner Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Rabu (14/10/2026).
Penulis novel Farida Perempuan Langit, Melati Gultom, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa sebagian besar kisah dalam bukunya bersumber dari kejadian nyata.
“Kalau dilihat dari persentasenya, ini hanya 5% berimajinasi. Nah, 95% itu adalah fakta memang perjalanannya. Karena kalau berimajinasi, nanti saya tidak menemukan titik ujungnya. Jadi hilang hikmahnya di jalan karena sudah mengada-ada dan menambah-nambah,” ujarnya.
Melati mengatakan, novel tersebut mengangkat perjalanan hidup kakaknya, Farida Gultom. Ia ingin mengubah pandangan masyarakat yang selama ini menilai kehidupan Farida secara negatif.
“Jadi, saya ingin membersihkan namanya. Melalui saya, saya ingin membersihkan nama dia. Saya ingin buku ini tiba di kampung saya dan dibaca orang-orang sana. Setelah mereka memahami hikmah di balik novel ini, mereka akan melihat perjalanan Farida dengan cara yang berbeda. Ternyata Farida menyimpan hikmah, inilah warisan yang diturunkan oleh Farida,” ungkap Melati.
Kemudian, Ia menyarankan penulis untuk beristirahat sejenak ketika mengalami kebuntuan, karena proses penulisan novel Melati sendiri berlangsung hingga dua tahun dan beberapa kali terhenti karena Melati terbawa emosi saat mengingat kakaknya.
“Menulis itu kalau sudah buntu jangan dipaksa. Nanti kalimatnya akan rancu, kacau balau. Jadi ketika kita sudah buntu, berhenti sejenak. Cari yang mana yang tidak membuat buntu. Mana yang benar-benar mengena di hati, itu dulu dituntaskan,” jelas Melati.
Melati juga menekankan pentingnya membaca untuk mengembangkan kemampuan menulis. Ia menyarankan mahasiswa mencari wawasan melalui buku dan podcast edukatif.
“Membaca dulu. Banyak membaca. Saya yakin aktivitas kalian di smartphone sudah sangat banyak. Tapi saran saya, kalau mau menonton di handphone, tontonlah podcast tentang keilmuan dan kisah-kisah inspiratif yang bisa kita ambil hikmahnya,” pungkas Melati.
Tr: Raifi





















