Halo Sobat Pong-pong!
Relasi kebutuhan manusia mengacu pada hubungan timbal balik antara berbagai kebutuhan yang dimiliki oleh manusia. Menurut Maslow, kebutuhan pada tingkatan yang lebih rendah harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum seseorang dapat fokus pada pemenuhan kebutuhan di tingkatan yang lebih tinggi.
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Prodi Ilmu Komunikasi, semester empat, Salsa Auliya, mengungkapkan pengalamannya ketika mengalami situasi di mana kebutuhan pada tingkat yang lebih rendah menghambat pencapaian kebutuhan yang lebih tinggi.
“Saya pernah mengalami situasi di tempat kerja saya yang lama, di mana gajinya sangat pas-pasan. Jadi, fokus saya lebih ke bagaimana membagi hasil gaji untuk kebutuhan sehari-hari. Intinya, kalau kebutuhan dasar belum terpenuhi, susah untuk memikirkan hal-hal yang lebih tinggi seperti aktualisasi diri,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan pentingnya apresiasi sebagai bagian dari kebutuhan manusia.
“Bagi saya, apresiasi atau penghargaan itu sangat penting. Nggak melulu soal uang atau bonus, tapi saat kita diakui oleh atasan atau sekadar dapat pujian karena hasil kerja kita bagus, rasanya jadi lebih dihargai dan bikin semangat,” ungkapnya.
Berikut lima tingkatan kebutuhan manusia berdasarkan teori Maslow:

Tr: Dedek Febrianto






















