Satuan Pengamanan (Satpam) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengimbau seluruh mahasiswa untuk lebih mematuhi aturan keluar kampus dengan menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) atau Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), Selasa (06/05/2025).
Salah satu anggota Satpam UMSU, Arivai Nasution, saat diwawancarai oleh kru LPM Teropong, mengatakan bahwa imbauan ini dibuat fleksibel karena memahami bahwa mahasiswa terkadang lupa membawa STNK.
“Alasannya, kadang kan manusia suka lupa. Jadi, kenapa dibolehkan pakai KTM? Karena sebagai alternatif saja. KTM-nya kita catat, di sana kan ada data mahasiswa, jadi bisa untuk antisipasi,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kebijakan ini terbukti efektif dalam menekan angka kehilangan kendaraan.
“Lebih efektif daripada menggunakan kupon. Kalau STNK langsung kita lihat pelat nomornya, kalau KTM ya datanya kita cocokkan. Nggak mungkin juga kita paksa mahasiswa jemput STNK ke rumah,” tambahnya.
Terakhir, ia menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat lebih disiplin ke depannya, tidak hanya dalam hal administrasi, tetapi juga dalam menaati aturan lainnya.
“Semoga mahasiswa UMSU lebih disiplin lagi, terutama untuk ketentuan keluar harus pakai STNK atau KTM, jangan merokok, dan ikuti aturan yang dibuat universitas,” ujarnya.
Selain itu, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) semester empat, Abiyyu Afif, juga menyampaikan bahwa langkah tersebut sangat tepat untuk meningkatkan keamanan kendaraan di lingkungan kampus.
“Sangat bagus karena dapat menghindari pencurian kendaraan,” ujarnya.
Abiyyu juga menilai bahwa kebijakan ini adil karena diterapkan secara merata kepada semua pihak.
“Sangat adil karena diperuntukkan bagi semua orang yang masuk ke UMSU. Semoga UMSU terus menerapkan kebijakan seperti ini,” pungkasnya.
Tr : Winda Metri, Nur Kamila





















