Halo Sobat Pong-pong!
Di tengah kemajuan teknologi dan dominasi smartphone dalam kehidupan sehari-hari, terdapat fenomena sosial yang mulai dianggap mengganggu yaitu phubbing atau perilaku mengabaikan lawan bicara karena terlalu sibuk dengan gawai.
Mahasiswa Semester VI Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU), Dara Adiba Latersia Ginting, menyatakan bahwa phubbing secara langsung merusak kualitas komunikasi antarpersonal.
“Dalam sudut pandang Bimbingan dan Konseling, komunikasi efektif itu butuh empati, mendengarkan aktif, dan kehadiran psikologis. Ketika seseorang melakukan phubbing, semua elemen itu terganggu. ini bisa menggerus kepercayaan dalam hubungan,” jelas Dara.
Dara mengungkapkan bahwa dampak phubbing tidak hanya terasa sesaat, tetapi juga bisa merambat ke masalah jangka panjang.
“Phubbing bisa bikin mahasiswa merasa kesepian, meskipun mereka berada di tengah lingkungan sosial. Karena interaksi jadi dangkal. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memengaruhi kesehatan mental,” ungkapnya.


Tr: Dwy Amanda





















