Halo Sobat Pong-pong!
Tahukah kamu? Majalah adalah salah satu media cetak tertua di dunia. Sejak pertama kali terbit di Eropa pada abad ke-17, majalah telah menjadi sumber informasi, hiburan, sekaligus cerminan budaya masyarakat pada masanya.
Dari Medan Prijaji di Indonesia hingga majalah digital masa kini, perjalanan majalah menunjukkan bagaimana media cetak mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan teknologi.
Ketua Umum Relawan Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) periode amaliyah 2025/2026, Lasniati Zamili, menegaskan bahwa generasi muda perlu mengetahui sejarah majalah untuk memahami perkembangan media dalam membentuk opini publik dan kebudayaan.
“Generasi muda perlu mengetahui sejarah majalah karena dari situ mereka dapat memahami bagaimana media berkembang, bagaimana informasi disebarkan di masa lalu, serta bagaimana peran media dalam membentuk opini publik dan kebudayaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, memahami sejarah juga mendorong generasi muda untuk lebih kritis dalam bermedia.
“Dengan memahami sejarahnya, generasi muda bisa lebih kritis dalam menyikapi media saat ini dan menghargai proses panjang evolusi informasi yang kini mereka nikmati secara instan,” ungkapnya.


Tr: Nashwa Sabillah





















